suplemenGKI.com

Tiada Allah, Selain TUHAN

Yesaya 45 : 1 – 7

Pengantar

Sesungguhnya TUHAN (YHWH, Yahweh) adalah nama Allah Israel, yang bisa saja kita cari dan temukan dalam berbagai penyebutan lain dalam Alkitab. Dan bahwa ada banyak allah yang disembah oleh berbagai bangsa atau suku bangsa, namun Israel diperkenalkan oleh Allah mereka bahwa nama-NYA adalah TUHAN. Jadi bagi Israel bisa dibuat pemahaman sebagai berikut: bukan tiada Tuhan selain ALLAH, tapi tidak ada allah selain TUHAN. Tentu pemahaman ini perlu dijelaskan secara benar, maka marilah kita membaca kitab Yesaya 45 : 1 – 7 untuk menemukan dan meyakini bahwa TUHAN tidak saja menjadi (satu-satunya) Allah atas Israel, tapi juga menjadi Raja atas segala bangsa (juga suku bangsa) dan semesta, bahkan segala peristiwa kehidupan.

Pemahaman

  • Bagaimana karya TUHAN bagi umat-NYA yang dinyatakan dalam ayat 1 – 4?
  • Apa pesan utama dari ayat 5 – 7?

Dalam ayat 1 – 4, diperlihatkan bahwa TUHAN dapat berkarya bagi umat-NYA dengan memakai pribadi di luar umat-NYA, bahkan dinyatakan secara tegas bahwa Koresh (Raja Persia) itu menjadi orang yang diurapi TUHAN (baca: mesias) untuk melakukan karya penyelamatan bagi umat-NYA. Hal ini menunjukkan bahwa TUHAN dapat memakai siapa saja (baca: berkuasa atas siapa saja) untuk menyatakan karya dan kehendak-NYA. TUHAN adalah penguasa atas semua bangsa secara universal.

Adapun pesan utama dari ayat 5 – 7 adalah bahwa TUHANlah satu-satunya Allah (paham monoteisme), dan hanya TUHANlah yang menciptakan dan berkuasa atas semuanya, termasuk matahari, juga terang dan gelap, serta nasib mujur ataupun nasib malang. Ini dapat dibandingkan dengan pemahaman agama Persia tentang adanya dewa terang dan dewa kegelapan, adanya pemahaman dualisme.

Maka mari kita bersyukur, karena menjadi umat yang mengenal TUHAN, yang dipanggil menjadi umat-NYA. Betapa TUHAN adalah satu-satunya Allah yang menciptakan serta berkuasa atas segala sesuatu di semesta ini. Haleluya.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita bersyukur karena mengenal TUHAN (baca: diperkenalkan melalui berbagai penyataan), Sang Pencipta semesta alam serta seisinya dan bahkan dipanggil menjadi umat-NYA?
  • Apakah kita beriman kepada TUHAN saja, dan tidak mengandalkan atau tunduk pada hal atau kepada pribadi yang lain?
  • Apakah dengan kacamata iman, kita dapat melihat karya TUHAN yang luas dan besar melalui siapa saja dan apa saja, dan tidak pada diri kita saja?

Tekad
TUHAN, tolonglah aku agar dapat bersyukur karena boleh mengenal-MU dan beriman sepenuhnya kepada ENGKAU yang mahakuasa dan mahabesar.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan lebih menghayati penyertaan dan karya pemeliharaan TUHAN melalui setiap hal dan pribadi (tidak terbatas) yang ada di sekitar saya, walau ada yang berbeda dan belum terpahami.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«