suplemenGKI.com

GEMBALA BAGI SEGALANYA

Yehezkiel 34 : 11 – 16, 20 – 24  

Pengantar
Ada tiga (3) bagian dalam Alkitab, yang memberi gambaran yang cukup rinci tentang keberadaan TUHAN sebagai gembala, yaitu: Mazmur 23, Yehezkiel 34, dan Yohanes 10, dan ada beberapa ayat seperti: Kejadian 48:15 (pernyataan Yakub) dan Yeremia 31:10 yang juga menyatakan tentang keberadaan TUHAN sebagai gembala bagi umat-NYA. Figur atau sosok gembala adalah penggambaran yang memang sesuai dengan latar belakang kehidupan umat TUHAN pada masa tersebut. Dan dalam istilah teologi, penyampaian gambaran semacam ini dapat disebut sebagai teologi operasional (subyektif dan kontekstual), seperti: “TUHAN adalah Gembalaku”, namun tidak boleh dibalik menjadi Gembala adalah TUHAN-Ku. Jadi marilah kita membaca Yehezkiel 34: 11 – 16, 20 – 24 agar menemukan kejelasan gambaran tentang sosok gembala yang dinyatakan di dalamnya.

Pemahaman

Ayat 11 – 16        :  Bagaimana keberadaan TUHAN sebagai gembala?
Ayat 20 – 22        :  Apakah bentuk perlindungan TUHAN sebagai hakim?
Ayat 21 – 23        :  Apa peran Daud bagi umat TUHAN (baca: Israel)?

TUHAN menyatakan bahwa (dalam ayat 16) bahwa IA akan mengembalakan umat-NYA sebagaimana seharusnya, yaitu sebagai seorang gembala yang baik (bertanggung jawab). Sosok gembala yang baik digambarkan sebagai pribadi yang memperhatikan, mencari, menyelamatkan, mencukupkan, melindungi, memulihkan, menolong, sehingga peran gembala itu dapat diringkas menjadi dua (2), yaitu: memimpin (memberi arah) dan memelihara.

Dan salah satu wujud peran yang dilakukan TUHAN sebagai gembala adalah dengan menjadi hakim atas domba-dombanya, secara khusus digambarkan sebagai hakim dari domba yang kuat dan domba yang lemah, antara domba yang gemuk dan domba yang kurus dalam sebuah kawanan (komunitas) hidup. Hal ini perlu dilakukan, agar tidak ada anggota kawanan domba yang merugikan (semena-mena, melukai) atau sebaliknya dirugikan oleh sesamanya. Jadi ada perlindungan dan penyelamatan yang TUHAN sediakan bagi segala macam (pribadi) umat-NYA.

Dalam ayat 21 – 23, TUHAN mengangkat (melibatkan, memakai, mempercayakan) satu orang gembala, yaitu Daud yang disebut sebagai hamba-NYA untuk menggembalakan umat-NYA. Ini berarti ada satu kepemimpinan yang jelas dan tegas (tidak terbelah), di mana TUHAN tetap sebagai gembala sekaligus sebagai ALLAH bagi segala macam (pribadi) umat-NYA, melalui Daud sebagai raja mereka.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita merasakan kehadiran TUHAN sebagai gembala kehidupan kita?
  • Apakah kita juga bersedia dipakai TUHAN untuk menjadi gembala kehidupan bagi sesama?

Pernahkah kita berkata seperti Kain: “Apakah aku gembala adikku?”. 

Tekadku
TUHAN, jadikan aku sebagai umat-MU yang terus setia mengikuti pimpinan-MU dan sedia meneladani perbuatan-MU.

Tindakanku
Dalam situasi pandemi covid 19 dan di segala waktu, saya akan berupaya menghadirkan TUHAN sebagai gembala  yang  baik bagi komunitas hidup di sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*