suplemenGKI.com

Senin, 16 Mei 2016.

15/05/2016

Amsal 8:1-4.

 

Hikmat Tuhan Membuat Hidup Berkenan Kepada Tuhan

Pengantar:
Hidup ini selalu diperhadapkan pada banyak pilihan. Contoh, ketika kita datang ke sebuah restoran untuk makan, kita diperhadapkan dengan berbagai menu makanan yang semuanya menarik dan enak. Tetapi tentu tidak mungkin kita akan memilih semuanya, kita pasti akan memilih sesuai dengan selera, kebutuhan dan dompet kita. Banyaknya pilihan dalam hidup ini, seringkali menjadi tidak mudah untuk menentukan suatu pilihan yang tepat, benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Apakah yang dibutuhkan agar pilihan yang kita ambil dalam hidup ini tepat, benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan?

Pemahaman:

1)      Apakah yang dimaksud “Hikmat” dalam bacaan kita hari ini?

2)      Mengapa para pria dalam bacaan hari ini menjadi objek utama seruan Hikmat?

3)      Mengapa Hikmat itu ada di setiap tempat  yang strategis bagi manusia?

Penulis kitab Amsal menggambarkan hikmat itu sebagai suatu pribadi yang aktif berseru menyuarakan hikmat dan kepandaian kepada manusia. Penggambaran suatu Pribadi yang menyuarakan hikmat itu oleh Greenstone dalam tafsiran The Wycliffe Bible Commentary dipersonifikasikan dan disamakan dengan Allah sendiri. Alkitab menjelaskan bahwa sumber hikmat adalah Allah sendiri (Lih. Amsal 2:6, Yak 1:5) Dengan penghayatan demikian maka hikmat, kepandaian dan pengetahuan yang tepat, benar dan sesuai dengan kehendak Allah adalah berasal dari Allah sendiri yang terwujud dalam firman-Nya.

Dalam tradisi Yahudi, kaum pria baik sebagai pribadi, sebagai kepala rumah tangga atau sebagai pemimpin dituntut untuk menjadi pelopor hidup dalam hikmat Tuhan. Tetapi hari ini setiap orang percaya adalah pelopor hidup dalam hikmat Tuhan. Itu sebabnya dalam bacaan hari ini dikatakan bahwa hikmat itu berada di mana-mana. Hikmat ada di tempat yang tinggi, di tepi jalan, di persimpangan jalan, di pintu gerbang pada jalan masuk. Hal itu hendak menegaskan bahwa hikmat itu tersedia bagi siapa saja, kapan saja dan menjangkau semua kalangan. Hikmat juga tanpa hentinya berseru-seru pada segala waktu, itulah firman Tuhan. Maka betapa pentingnya firman Tuhan itu bagi kita yang percaya. Tanpa firman-Nya, kita bisa salah memilih, tersesat, berjalan dalam kegelapan dan hidup kacau. Tetapi dengan firman Tuhan kita akan menuju pada hidup yang berkenan kepada Tuhan.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak, apakah kita sebagai: pribadi, kepala rumah tangga, ibu rumah tangga, anak, orangtua sudah hidup dalam hikmat Tuhan melalui firman-Nya? Hal itu akan tampak dalam setiap keputusan yang kita ambil dan berwujud dalam setiap aspek hidup kita yang memperkenankan hati Tuhan atau tidak, menjadi berkat bagi sesama atau tidak!

Tekad:
Senantiasa belajar hidup dalam hikmat Tuhan, agar setiap aspek kehidupan ini memperkenankan hati Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

Tindakan:
Setia hidup bergaul dengan firman Tuhan yang adalah sumber hikmat Tuhan yang sesungguhnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«