suplemenGKI.com

Senin, 16 Maret 2015

15/03/2015

PERJANJIAN BARU YANG MEMBAHARUI

Yeremia 31 : 31 – 34  

 

Pengantar
Pada masa ini, hampir semua orang berkesempatan memiliki handphone atau telepon genggam, atau alat komunikasi dan informasi, bahkan sebagai sarana hiburan secara pribadi, bahkan mulai dari anak-anak yang usianya masih kecil. Namun apakah semua yang bersifat pribadi ini membawa perubahan atau pembaharuan yang positif dalam hidupnya? Ternyata tidak, sebab ada banyak cerita tentang dampak negatif dari kepemilikan alat-alat yang bersifat pribadi ini. Pada hari ini kita membaca sebuah wujud perjanjian baru yang bertujuan membawa pada pembaharuan hidup yang positif dalam relasi pribadi dengan TUHAN, maka untuk lebih jelasnya mari kita membaca dan merenungkan Yeremia 31 : 31 – 34.

Pemahaman

Ayat 31 – 32         :  Bagaimana cara TUHAN mengadakan perjanjian baru dengan umat-NYA?

Ayat 34                 :  Apa tujuan perjanjian baru yang TUHAN adakan dengan umat-NYA?

Cara TUHAN mengadakan perjanjian baru dengan umat-NYA adalah dengan menaruh Taurat TUHAN dalam batin umat milik-NYA dan menuliskannya dalam hati mereka, maka TUHAN akan menjadi ALLAH mereka dan mereka akan menjadi umat TUHAN.

Cara TUHAN ini sekali lagi menunjukkan bahwa inisiatif dan prakarsa datang dari TUHAN dan umat tinggal menerima. Umat tidak dalam posisi menawar atau berkontribusi terhadap proses pengadaan perjanjian ini. Hal yang dapat dilakukan umat adalah dengan kesediaan menerima dan hidup dalam kesetiaan kepada TUHAN, yang menjadi pemilik hidup mereka.

Perjanjian baru yang ditaruh dalam batin dan ditulis dalam hati umat, membuat mereka memiliki pengenalan pribadi dengan TUHAN tanpa memerlukan sarana atau perantara lain, juga tidak dibedakan antara seorang anak yang masih kecil ataupun yang telah dewasa. Perjanjian baru ini merupakan wujud pembaharuan cara TUHAN hadir dalam diri umat-NYA. Kehadiran TUHAN yang semakin personal (bersifat pribadi). Pemberian perjanjian baru ini sejajar dengan peristiwa TUHAN menganugerahkan Roh Kudus bagi setiap orang percaya. Kuncinya adalah iman/percaya di dalam Kristus. Dan ini semua dimungkinkan karena TUHAN telah berkenan mengampuni dosa setiap orang yang percaya dan berserah kepada-NYA.

Refleksi
Apakah kita telah mengalami pengenalan pribadi dengan TUHAN? Dan bagaimana wujud kesetiaan hidup kita terhadap perjanjian baru yang TUHAN anugerahkan, termasuk kesediaan kita untuk dipimpin Roh Kudus yang dianugerahkan bagi setiap orang yang percaya kepada ALLAH dalam Kristus.

Tekad
Ya TUHAN, jadikan kami peka melihat kehadiran-MU dalam batin dan hati kami dan berlaku setia menjadi milik-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan semakin menghargai setiap Firman TUHAN yang telah dibaca dan didengarkan dengan cara merenung-renungkan secara baik agar sungguh menguasai dan mengubah hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«