suplemenGKI.com

TETAP MEMBERITAKAN

Yesaya 9:1-4

 

PENGANTAR

Wajar bila keadaan baik dipilih untuk  melakukan tindakan yang baik.  Tapi bagaimana bila  tidak selalu ada keadaan baik yang dipilih?  Apakah tindakan kebaikan menjadi tertunda atau kemudian dibatalkan?  Bacaan hari ini mengajarkan tindakan baik yang Yesaya lakukan meskipun keadaannya tidak baik.  Mari kita membaca dan mempelajarinya.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-2     :Bagaimana kondisi bangsa Israel digambarkan di ayat ini?
  • Ayat 3        :  Apa yang menjadi alasan terjadinya perubahan keadaan?
  • Pernahkah saudara mengalami situasi tidak enak?Bagaimana respons saudara?

Yesaya 9 menjadi bagian dari nubuat Yesaya tentang Mesias.  Yesaya 9:1-4secara khusus menyoroti bagaimana bangsa Israel seperti bangsa yang sedang berada dalam kegelapan. Yesaya 8:23 menjadi gambaran kesuraman yang sedang terjadi.  Situasi politik dan sosial saat itu seolah membuat umat Tuhan kehilangan harapan.  Namun, justru dalam kondisi seperti itulah kedatangan Mesias menjadi lebih bermakna. Simbol terang yang besar dan bersinar yang mengenyahkan kegelapan seperti terbitnya matahari yang mengusir kegelapan dan membawa gairah baru dalam menjalani kehidupan.  Realitas pengharapan mesianik inilah yang dialami Yesaya dalam pengalaman imannya.  Sebab sebagai pribadi,  jelas tidak mudah bertahan di tengah situasi yang seolah tanpa perubahan.  Apalagi keadaan bangsa yang sedang terpuruk, bukan hanya secara sosial politik tapi juga spiritualitas, yang malah memberikan beban lebih dalam.  Itu sebabnya tugas kenabian Yesaya besar dan berat.

Wajar bila seandainya Yesaya memilih mundur.  Tapi itu tidak dilakukan, mengapa? Ada satu alasan terbesar bagi Yesaya mengapa bertahan dalam pelayanan, yaitu isi pengharapan tentang seorang “anak” yang akan membawa kelepasan bagi Israel.  Bagi Yesaya, isi dari pengharapan ini melebihi segala kesulitan apapun.  Tantangan yang ada tidak menjadi penghalang bagi Yesaya untuk bertahan dan tetap memberitakan kepastian kegenapan janji kelahiran Raja Damai.  Demikian juga bagi orang percaya dan realitas pelayanan hari ini.  Tidak ada pelayanan yang bebas dari persoalan. Tidak ada pelayanan tanpa kesulitan.   Maka sesulit apapun kehidupan dan pelayanan kini dan nanti, sesungguhnya kasih Kristus tetap harus kita beritakan.  Kesulitan tidak pernah memberikan pilihan kepada kita untuk meniadakan berita keselamatan bagi semua pribadi.  Sebab kasih Kristus itu harus disebar dan didengar oleh semua orang.

 

REFLEKSI

Mari merenungkan: keadaan yang sulit tidak pernah memberikan pilihan untuk meniadakan berita kasih dan keselamatan.  Maka, dalam keadaan sulit sekalipun berita kasih dan keselamatan dari-Nya harus tetap didengar semua pribadi.

 

TEKADKU

Tuhan tolonglah aku agar dalam kondisi sesulit apapun, tidak mencari alasan untuk mundur memberitakan kasih  dan keselamatan dari-Mu.

 

TINDAKANKU

Aku mau belajar mengatasi kesulitan agar tetap bisa memberitakan kasih dan keselamatan-Nya di …… (rumah, tempat kerja, masyarakat, dll).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«