suplemenGKI.com

PERNYATAAN IMAN DI TENGAH PERGUMULAN

Mazmur 62 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Pada saat Anda membaca mazmur kita hari ini, dapatkah Anda menangkap persoalan atau situasi seperti apa yang sedang dihadapi oleh pemazmur?
  2. Bacalah seluruh nyanyian pemazmur dalam teks kita hari ini. Di ayat berapa saja Anda dapat menemukan pernyataan/pengakuan iman pemazmur tentang Allahnya, meski ia sedang menghadapi situasi yang tidak mudah?
  3. Dari dua jawaban Anda atas dua pertanyaan diatas, kini renungkan dan simpulkanlah:
  • Keyakinan apa yang dibangun dalam diri Anda ketika mengingat tentang Allah?
  • Teladan apa yang Anda dapatkan dari pemazmur hari ini?

       4.  Dari hasil saat teduh Anda hari ini, langkah konkrit apa yang akan Anda 
             lakukan hari ini? 

RENUNGAN

Pemazmur sedang menghadapi situasi dimana ia dikelilingi oleh lawan-lawan politik yang berusaha menjatuhkannya, dan ingin merebut kekuasaannya. Mereka menyerangnya dengan perkataan dusta, meski awalnya perkataan para musuhnya itu nampak seperti berkat. Boleh dikatakan, situasi yang sedang dihadapi oleh pemazmur sangat bergejolak.

Namun sungguh luar biasa, dalam situasi yang demikian, pemazmur tetap dapat mendeklarasikan kepercayaannya terhadap Allah.  Bagi pemazmur, Allahnya tetap adalah Allah sumber keselamatan. Allah adalah gunung batu dan kota benteng baginya. Dengan kata lain, keselamatan dan pribadi Allah dipercaya oleh pemazmur sebagai satu-satunya sandaran/tumpuan hidup. Meski keadaan sekitarnya sedang penuh dengan kesulitan, tetapi keyakinan atau iman pemazmur sama sekali tidak berubah.

Berkebalikan dengan sebagian orang yang tampaknya memegang teguh iman percayanya kepada Allah, memuji-muji Allah, namun ternyata iman dan pujian yang demikian hanya terjadi dalam keadaan penuh tawa dan kesenangan. Sedangkan ketika duka melanda, kesulitan dan derita mulai menyapa, tidak sedikit diantara mereka yang tadinya memuji Allah kemudian berubah mengutuki Allah.

Orang yang demikian jelas lebih mempercayai keadaan sekitarnya, dirinya sendiri dibandingkan percaya kepada Allah.  Sehingga bila keadaan berubah, maka kepercayaannya kepada Allah juga akan ikut berubah. Imannya yang demikian, bukanlah iman dalam arti yang sebenarnya. Itu hanya iman yang palsu atau rapuh, tidak teruji. Esensi dan kualitas dari iman Kristen yang sesungguhnya akan terlihat justru pada saat seorang Kristen sedang mengalami kesulitan dalam hidupnya, seperti pemazmur, Ayub, Paulus, dan tokoh-tokoh Alkitab yang lain.

Dengan demikian, hari ini kita belajar untuk mulai terus membangun dan memperteguh iman kita, salah satunya adalah dengan belajar untuk mengucap syukur dalam setiap keadaan, mencoba menemukan bahwa dalam kesulitan sekalipun, pasti ada campur tangan/karya Allah yang bisa disyukuri. Ini adalah sebuah langkah sederhana mengawali hidup beriman seperti pemazmur dalam saat teduh kita hari ini.   

Kesulitan hidup kerapkali menjadi sarana yang efektif untuk mengukur, menguji, dan menilai kualitas iman seseorang, serta menjadi kesempatan yang baik untuk membangun iman lebih teguh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«