suplemenGKI.com

Kejadian 9:8-17

JANJI YANG MANIS

 

Pengantar
Pernahkah kita dijanjikan sesuatu oleh orang lain? Bagaimanakah perasaan kita saat janji tersebut tidak ditepati? Dalam masa penantian akan sebuah janji tentu ada berbagai macam perasaan yang bergejolak dalam hati. Seperti ketidaksabaran, atau sedikit perasaan curiga apakah nanti janji tersebut akan ditepati atau tidak. Dalam keseharian sebagai manusia, terkadang kita disibukkan dengan berbagai macam aktivitas, yang akhirnya membuat kita lupa dan mengingkari janji-janji yang sudah kita buat. Sebagai contoh, kasus korupsi. Dalam pekerjaan seseorang, ia rela mengabaikan janji atau sumpahnya demi mendapatkan kepuasan semata. Namun bagaimana dengan janji yang Tuhan buat? Apakah Tuhan sering mengingkari janjiNya? Bagaimana pula dengan sikap kita dalam menanti penggenapan janji Tuhan? Kita akan merenungkannya dalam saat teduh kita hari ini.

 

Pemahaman

  1. Ayat  8-12: Dengan siapakah Allah mengadakan perjanjianNya?
  2. Ayat 13-14: Seperti apakah tanda perjanjian Allah itu?
  3. Ayat 15-17: Mengapa Allah mengadakan tanda perjanjian seperti itu kepada segala makhluk yang ada di bumi?

 

Bacaan kita hari ini menceritakan tentang masa setelah air bah surut. Nuh bersama keluarganya diselamatkan dari peristiwa air bah, karena ia taat kepada perintah Allah. Ketaatan itulah yang membawa Nuh mendapatkan kasih karunia dari Allah. Allah mengadakan perjanjian kepadanya dan juga kepada semua keturunannya. Allah berjanji tidak akan memusnahkan bumi dengan air bah lagi. Tanda dari perjanjian itu adalah pelangi. Janji yang Allah buat dengan Nuh merupakan janji yang berlaku bagi setiap makhluk hidup. Keputusan Allah mengadakan perjanjian ini, bukan hanya sekedar janji biasa, melainkan sebagai sebuah sumpah. Ketika Allah menghukum manusia atas ketidaktaatan mereka saat itu, Allah juga menginginkan manusia menjadi lebih baik, untuk itulah Ia mengadakan perjanjian itu. Allah memberikan kesempatan kepada setiap manusia untuk belajar hidup benar dan taat pada perintahNya. Yang paling penting dari perjanjian ini, yaitu karena Allah mengasihi seluruh ciptaanNya.

 

Refleksi
Renungkanlah, apakah kita sering mengingkari janji yang kita buat kepada Tuhan maupun sesama dalam tugas dan pelayanan kita saat ini, atau bahkan dalam keadaan-keadaan kita yang sulit? Apakah saat itu Anda meragukan kasihNya? Dalam bentuk apa pengingkaran itu Anda wujudkan?

 

Tekad
Tuhan, begitu banyak kami mengingkari janji-janji dan kesediaan menaati perintahMu dalam keseharian kami. Tuntun kami Ya Tuhan, agar tidak lagi menjadi pengumbar janji-janji palsu, tetapi menjadi orang yang taat kepada perintahMu.

 

Tindakan
Saat ini saya tidak hanya menjadi orang Kristen yang cakap berjanji tetapi juga cakap menepati janji.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*