suplemenGKI.com

PERTANDA ITU NYATA

Yesaya 7 : 10 – 16  

Pengantar
Permohonan akan pertanda adalah salah satu bentuk atau cara beriman, jika didasari kerinduan dan harapan untuk mendapat petunjuk dari TUHAN. Walau bukan menjadi satu-satunya cara untuk mendapat petunjuk dari TUHAN, namun kesediaan kita untuk bertanya dan memohon arahan dari TUHAN menjadi sesuatu yang penting dalam hidup beriman. Mengapa ini penting? Karena tak jarang kita menjumpai adanya orang atau bahkan diri kita sendiri yang tak lagi merasa perlu memohon petunjuk dari TUHAN karena telah meragukan (baca: pesimis) adanya pertolongan dari TUHAN. Bacaan kita pada hari ini, yaitu Yesaya 7 : 10 – 16  dapat menolong kita untuk melihat sikap keraguan yang dapat muncul dalam diri kita dan bagaimana kasih setia TUHAN tetap menyertai kita.

 

Pemahaman
Ayat  10 – 13       :  Mengapa raja Ahas tidak mau meminta pertanda dari TUHAN?
Ayat  14 – 16       :  Apakah pertanda yang TUHAN berikan?

Dalam situasi berat yang dihadapi Ahas (raja Yehuda), yaitu bergumul menghadapi serangan raja Israel yang bekerja sama dengan raja Aram, ia memilih untuk mencari pertolongan dari raja Asyur, dan bukannya kepada TUHAN. Dan ketika TUHAN menawarkan raja Ahas untuk mendapatkan suatu pertanda yang dapat menunjukkan keberadaan TUHAN yang berkuasa memberi pertolongan, ia tetap meragukan kekuasaan TUHAN, dan berkata bahwa: “Aku tak mau meminta, aku tak mau mencobai TUHAN” (ayat 12). Jawaban raja Ahas sepertinya terlihat baik, namun sebenarnya itu hanyalah alasan  dirinya yang tidak percaya akan karya TUHAN.

Maka oleh kasih setia TUHAN, IA sendirilah yang memberikan suatu pertanda kepada raja Ahas, bahwa: “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong” (ayat 14 – 16).

Dalam menyongsong hari Natal maka kita semua telah mengalami perwujudan pertanda yang TUHAN berikan (baca: janjikan) melalui kelahiran TUHAN YESUS sebagai Juruselamat dunia. Pertanda itu telah digenapi, dan membuktikan bahwa TUHAN adalah ALLAH yang peduli dan sanggup menolong kita yang percaya kepada-NYA.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

 

  • Apakah kita pernah meragukan kuasa TUHAN dan berpaling dari-NYA?
  • Apakah kita yang telah menerima penggenapan janji TUHAN dalam kelahiran dan kehadiran sang Kristus telah makin percaya kepada TUHAN? 

Tekad
TUHAN, jangan biarkan aku berpaling dari-MU, dan buatlah aku makin mempercayai-MU.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan berusaha untuk lebih mengandalkan TUHAN, dan tidak membiarkan diri untuk bergantung pada kemampuan diri sendiri ataupun kekuatan lain di luar TUHAN.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*