suplemenGKI.com

Yesaya 7:10-16

 

NUBUAT TENTANG IMANUEL

 

Pengantar
Suasana kerajaan Yehuda pada suatu masa pemerintahan Raja Ahas (734 SM) sangat mencekam. Dua kerajaan (Aram dan Israel) sedang bersekongkol untuk maju menyerang Yerusalem, ibukota kerajaan Yehuda. Menghadapi ancaman ini, hati Raja Ahas dan rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan yang bergoyang ditiup angin (Yesaya 7:2). Sekalipun Tuhan ALLAH melalui Nabi Yesaya telah mengatakan kedua kerajaan itu tak akan dapat mengalahkan kerajaan Yehuda (ayat 1) dan meminta agar Raja Ahas meneguhkan hatinya (ayat 4), namun rupanya Ahas tak mau mengandalkan Tuhan. Alih-alih mematuhi Tuhan agar ia meminta pertanda dariNya (ayat 11) untuk meneguhkan hatinya, Raja Ahas menolak dan malah merendahkan dirinya dengan meminta bantuan Raja Asyur (II Raja-raja 16:7).

Pemahaman

-          Ayat 11-12   : Apa sikap Raja Ahas ketika ia diijinkan Tuhan untuk meminta pertanda penyertaan

Tuhan? Sikap Raja Ahas tampak sangat Alkitabiah (bandingkan dengan Ulangan 6:16). 

-          Ayat 13         : Apabila sikap Ahas sangat alkitabiah, mengapa Nabi Yesaya menegur Ahas?

-          Ayat 14-16  : Pertanda apakah yang toh diberikan oleh Tuhan?

Tuhan ALLAH sangat sabar terhadap anak-anakNya yang ragu. Ia rindu untuk meneguhkan hati mereka dengan berbagai nubuat dan tanda. Namun terhadap ketidakpercayaan (seperti kasus Ulangan 6:16), Tuhan ALLAH sangat marah (Lukas 1:18-20; Ibrani 3:18-19). Pertanda yang Tuhan berikan pada masa Raja Ahas (lebih dari 700 tahun sebelum kelahiran Tuhan Yesus Kristus) merupakan sebuah nubuatan tentang Imanuel (penyertaan Tuhan). Ayat 16 yang mengatakan: “sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong” menubuatkan keselamatan yang Tuhan sediakan bagi umatNya yang percaya sekaligus menubuatkan atas apa yang akan terjadi pada masa itu, yaitu bebeapa tahun kemudian kedua raja yang mengancam Kerajaan Yehuda mati terbunuh.

Refleksi
Apakah aku lebih mengandalkan diriku sendiri atau orang lain daripada sabar menanti pertolongan Tuhan?

Tekad
Aku bertekad untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dan meyakini penyertaanNya karena Tuhan telah menggenapi janjiNya dengan mengutus Tuhan Yesus Kristus, Sang Imanuel.

Tindakan
Ketika ada keraguan dalam hatiku, aku memilih untuk datang kepada Sang Imanuel. Sekalipun aku harus sabar menunggu, aku akan belajar untuk tidak beralih mengandalkan manusia (Yeremia 17:7; Yesaya 31:1-3).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*