suplemenGKI.com

Senin, 16 April 2018

15/04/2018

BERITA INJIL PASTI TIDAK SIA-SIA

Kisah Para Rasul 4:1-4

 

PENGANTAR
Semakin dihambat semakin merambat.  Itulah istilah yang tepat sebagai gambaran perjalanan pemberitaan Injil yang dilakukan para murid setelah kebangkitan Tuhan Yesus.   Sejak bangkitnya gereja mula-mula, berbagai usaha dilakukan untuk menghambat pertumbuhan pemberitaan Injil.  Para pemuka agama Yahudi bekerja keras, untuk membabat dan membinasakan orang-orang percaya.  Tetapi pada kenyataannya Injil semakin tersebar, semangat pemberita injil tidak padam dan banyak orang menjadi percaya kepada Kristus.  Itulah yang terjadi dalam bacaan firman hari ini.  Mari kita belajar bersama!

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-3          : Siapa yang menentang Petrus dan Yohanes?  Apa yang dilakukan?
  • Ayat 4             : Apa dampak berita Injil yang dilakukan Petrus dan Yohanes?
  • Apa tantangan saudara menyatakan Injil dalam keluarga, pekerjaan atau masyarakat?  Masihkah kebenaran itu kita beritakan?

Dengan iman dan semangat berkobar-kobar, Petrus dan Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak di Serambi Salomo (Kis 3:11-26).  Mereka juga diberi-Nya kuasa menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir, yang sehari-hari duduk meminta-minta di pintu gerbang Bait Allah (Kis 3:1-10).  Hal itu membuat hati imam-imam, kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki marah dan mendatangi Petrus serta Yohanes yang sedang berbicara menyampaikan berita Injil kepada orang banyak (ay.1-2).  Akibat dari kesaksian dan pengajaran itu, Petrus dan Yohanes harus menghadapi ancaman dari para pemimpin agama dan penguasa wilayah setempat.  Mereka berdua ditangkap dan dimasukkan ke dalam tahanan (ay.3).  Meskipun demikian, mereka tidak gentar.  Bahkan perjumpaan dengan para pemimpin itu, dipandang sebagai kesempatan bersaksi bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus yang telah disalibkan dan bangkit dari antara orang mati.  Petrus dan Yohanes bukan orang-orang terpelajar, tetapi memiliki keberanian dan hikmat untuk bersaksi.  Bahkan larangan dan ancaman tidak menghalangi semangat iman mereka untuk menyaksikan bahwa “tidak ada nama lain selain Dia, Yesus Kristus!”

Semakin dihambat semakin merambat.  Apa dampaknya?  Ay.4 “Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.”  Kenyataan ini menunjukkan bahwa berita Injil adalah pekerjaan Tuhan bukan pekerjaan manusia, maka tidak ada satu orang atau keadaan yang bisa menghalangi berita Injil bekerja dalam hati setiap orang yang mendengarnya.  Apapun tantangan dan keadaannya, berita Injil tidak sia-sia.  Pasti ada dampak membawa hati yang mendengar datang sujud menyembah-Nya.  Hari ini, beritakan Injil melalui kata dan tindakan nyata kepada anggota keluarga, rekan kerja dan tetangga.  

REFLEKSI
Mari merenungkan: berita Injil-Nya harus tersebar.  Percayalah setiap kata dan tindakan yang kita lakukan dengan hati tulus dalam nama Tuhan Yesus pasti tidak sia-sia. 

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar kata-kata yang saya ucapkan mewujudkan kasih-Mu.  Tindakan yang saya lakukan mewujudkan karya-Mu bagi orang-orang di sekitar.  Pakailah kata dan tindakanku membawa hati datang kepada-Mu.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau menguatkan, memberi semangat dan menghibur orang yang aku jumpai melalui kata-kataku agar mewujudkan kasih-Nya.  Aku mau melakukan ………….. (pikirkan tindakan nyata untuk satu orang di sekitar).  Agar berita Injil bisa dirasakan secara nyata.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«