suplemenGKI.com

Bacaan : Yesaya 53 : 1-6

Tema : Mengapa Kita Menderita ?

PENGANTAR
Secara jujur, semua orang tidak suka dengan penderitaan. Dan kalau bisa jangan pernah ada lagi penderitaan. Kita sudah muak, bosan bahkan kenyang dengan penderitaan. Penderitaan yang datang bisa berwujud sakit-penyakit, kegagalan/kebangkrutan, kehilangan orang yang kita kasihi, kekecewaan, gangguan/halangan dalam kehidupan dan lain sebagainya. Sedapat mungkin penderitaan harus dihindari bahkan Kristus sendiri juga menghindari penderitaan kecuali kalau itu merupakan tuntutan kepatuhan kepada kehendak Bapa. Renungan kita hari ini berbicara tentang penderitaan Sang Hamba.

PEMAHAMAN.

  1. Apa yang dialami sang hamba ? ( ayat 1-2 )
  2. Penderitaa apa yang dialami sang hamba ? ( ayat 3 )
  3. Mengapa ia menderita ? ( ayat 4 – 6 )

Pengalaman hidup sang hamba yang dikisahkan oleh nabi Yesaya sangatlah sederhana dan biasa-biasa saja. Dan karena kesederhanaannya itu maka sang hamba dihindari orang, ditolak,  tidak diperhitungkannya, dihina bahkan pemberitaannya tidak dipercayai orang. Perlakuan massa yang demikian kepada sang hamba, membuat sang hamba mengalami penderitaan. Massa berupaya menteror sang hamba secara psikis dan rohani, bahkan bukan hanya itu massa juga menteror secara fisik kepada sang hamba. Nabi Yesaya menggambarkan penderitaan yang dialami sang hamba sangat dahsyat. Sehingga semua orang mengira bahwa penderitaannya adalah karena dosa. Ya ! nabi Yesaya memberitahukan bahwa sang hamba menderita karena dosa. Namun bukan dosanya sendiri tetapi karena dosa kita. Dengan lugas Yesaya mengatakan, “Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita…”. sangat jelas bahwa sang hamba mengalami penderitaan yang hebat/dahsyat. Namun sang hamba bersedia menjalani penderitaan tersebut dengan kerelaan. Dia menanggung penderitaan itu karena kasih-Nya yang besar.

Kita tidak pernah memikirkan bahwa sang hamba itu telah  menanggung sengsara kita. Dia menanggung konsekwensi dari apa yang kita lakukan karena dia sangat mengasihi kita. Dan sang hamba itu adalah Tuhan Yesus Kristus. Bayangkan ! apa yang akan terjadi pada kita seandainya  Tuhan Yesus tidak menderita dan mati di kayu salib untuk kita ? maka kita pasti akan masuk neraka. Puji syukur karena Tuhan Yesus sudah menderita dan mati untuk kita.

Refleksi.
Marilah kita merenung dalam-dalam : Bayangkanlah penderitaan sang hamba tersebut, bayangkan pula penderitaan Kristus, lalu jawablah pertanyaan ini. Untuk siapakah sang hamba dan Kristus menderita ?

TEKADKU.
Ya Tuhan, saya bersyukur untuk pengorbanan-Mu,

TINDAKANKU.
Tuhan Yesus sudah berkorban bagi saya, maka saya akan mempersembahkan hidup dan talentaku untuk kemuliaan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«