suplemenGKI.com

Bacaan Yesaya 53:4-12

Hamba Tuhan Yang Menderita

 

                Dalam bagian ini Yesaya menggambarkan hamba Allah yang menderita. Penderitaan seorang hamba Allah yang sesungguhnya dialami secara utuh sebagai seorang manusia. Yesaya menuliskan bagaimana seorang hamba Allah yang menderita itu.

  1. Penderitaan apa saja yang akan dialami oleh hamba Allah tersebut?
  2. Dengan apakah Yesaya menggambarkan penderitaan hamba Allah tersebut?
  3. Apa tujuan dari penderitaan hamba Allah tersebut?
  4. Apa kehendak Allah bagi hambaNya yang menderita tersebut?
  5. Hal apakah yang dapat kita pelajari pada bagian ini?

 

Renungan:

                Yesaya menyatakan bahwa sang hamba Allah sangat menderita, tertikam , diremukkan, dianiaya, ditindas oleh karena pemberontakan dan kejahatan manusia lain bukan karena kesalahan dari hamba Allah tersebut. Gambaran penderitaan ini menyatakan bahwa hamba Allah itu akan dibunuh dan mengalami kesengsaraan besar. Dia dihukum karena kesalahan atau dosa umatNya.

                Yesaya menggambarkan penderitaan yang ditanggung oleh hamba Allah tersebut seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian atau seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya. Ini menunjukkan ketidakberdayaan domba tersebut menghadapi akan nasibnya.

                Kesengsaraan hamba Allah berlanjut sampai pada kematiannya. “ Ia terputus dari dunia orang yang hidup”, orang tidak peduli dengan kematiannya, bahkan menaruh kuburnya diantara orang-orang fasik, dalam kematiannya ia berada diantara penjahat-penjahat, sekalipun tidak ada satu hal yang dapat membuktikan bahwa dia seorang penjahat, bahkan kekerasan dan tipu muslihat tidak ada di dalam mulutnya.

                Hal ini berarti hamba Allah tersebut disamakan dengan para penjahat, bukan karena ia melakukan kejahatan, namun karena ia menyerahkan diri untuk menjadi  korban penebusan dosa. Hamba Allah tersebut dihadapan manusia tidak di pedulikan, namun dihadapan Allah, ia sedang hidup menuruti kehendak Allah, maka ia mendapat kemuliaan dan penghargaan dari Allah.

                Yesaya juga menyatakan hamba Allah yang menderita itu sebagai orang yang benar yang akan membawa orang untuk hidup benar dan hidup dalam terangNya

                Hamba Allah yang menderita ini telah memberikan dirinya bagi banyak orang, dengan penebusan yang dilakukanNya maka banyak orang yang percaya kepadanya akan memperoleh hidup yang kekal. Pengorbanannya tidak pernah menjadi sia-sia, namun menjadikan orang memiliki hidup lebih berarti.

                Bagaimana dengan sikap hidup kita sebagai orang-orang yang sudah ditebusNya? Apakah kita mau mencontoh kerelaannya berkorban bagi orang lain supaya orang lain juga memiliki hidup yang lebih berarti seperti kehidupan yang telah saudara miliki di dalam Kristus

                Mari kira rela berkorban bagi orang lain, supaya orang lain memiliki terang yang sesungguhnya. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa membawa hasil-hasil yang menyenangkan bagi Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*