suplemenGKI.com

JANGAN LEPAS KEPERCAYAANMU!

Ibrani 10:32-39

 

Pengantar
Percaya merupakan sebuah pengakuan atau keyakinan terhadap sesuatu yang benar-benar ada. Percaya juga berarti yakin dengan benar akan kemampuan atau kelebihan seseorang. Dalam hal beriman, rasa percaya akan bertumbuh seiring dengan keyakinan yang juga semakin kuat kepada Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 32-34    : Mengapa Ibrani mengingatkan tentang pengalaman di masa lalu?
  • Ayat 35-39    : Apa pesan yang ingin disampaikan oleh surat Ibrani?

Surat ini ditujukan kepada orang-orang Ibrani, yaitu orang-orang Yahudi Kristen yang tinggal di bawah pemerintahan bangsa Romawi. Kehidupan mereka jauh dari kata nyaman dan sempurna, apalagi mereka ditekan oleh pemerintahan Romawi yang tengah berkuasa dan menginginkan agar mereka untuk melepaskan iman dari Yesus Kristus. Di saat yang sama, tradisi-tradisi Yahudi masih mewarnai kehidupan orang percaya pada masa tersebut. Melalui surat inilah, penulis ingin menguatkan iman orang-orang percaya dan terus mengajar mereka tanpa lelah.  Penulis Ibrani menekankan tentang pengalaman masa lalu yang pernah dihadapi oleh orang-orang Yahudi, yaitu tekanan dan penindasan dari bangsa-bangsa yang ingin menaklukkan Israel. Walau sudah menerima terang akan tetapi masih tetap di bawah penindasan. Terang yang dimaksud adalah kasih karunia Allah dan juga iman yang terarah kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Namun, pada situasi seperti itu, orang-orang percaya mampu bertahan di dalam kondisi hidup yang berat, sekaligus membuktikan bahwa mereka mampu bertahan dengan baik dengan selalu mengarahkan hati dan hidup kepada Allah.

Surat Ibrani mengenang perjuangan orang-orang Yahudi pada masa lampau yang walau hidup di tengah kondisi serba sulit tetapi mampu menerima hal itu dengan sukacita. Ibrani menyebutnya sebagai “harta yang lebih baik dan lebih menetap sifatnya” (ay. 34), yaitu kepercayaan mereka kepada Yesus Kristus. Ibrani menekankan tentang kekuatan untuk teguh berpegang pada kepercayaan sebab upah besar menantinya. Ayat-ayat sebelumnya sudah menunjukkan bagaimana upah itu terwujud di dalam kehidupan mereka pada masa lalu. Upah itu berupa kemampuan bertahan dalam menjalankan atau menghadapi berbagai penderitaan. Ketekunan menjadi kunci untuk memegang kepercayaan yang selalu dipegang.

Ibrani mengakhiri bagian ini dengan menuangkan gagasan teologis bahwa orang yang terus percaya, akan selalu hidup dalam kebenaran. Hidupnya dalam iman akan membuatnya teguh menghadapi berbagai situasi kehidupan. Sedangkan bagi mereka yang meninggalkan Kristus, Ia tidak berkenan kepada mereka. Ibrani menyatakan dengan sangat jelas bahwa orang-orang percaya bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri, tetapi selalu setia kepada-Nya.

Refleksi
Rasa percaya dan pengalaman untuk selalu percaya kepada Kristus bertumbuh secara dinamis melewati berbagai pengalaman kehidupan. Rasa percaya itu menempati ruang-ruang hidup yang kosong, dan mempersiapkan tempat di dalam hati kita untuk kehadiran Yesus Kristus. Hidup bersama Kristus adalah hal yang harus kita pegang. Seperti penulis surat Ibrani yang dengan sukacita mengajarkan tentang pentingnya teguh memegang iman percaya kepada Yesus Kristus, begitu juga kita pada saat ini yang diajak untuk selalu memegang teguh dan mengajarkan rasa percaya kepada Kristus kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. “Jangan lepas kepercayaanmu” kepada Yesus Kristus adalah prinsip yang harus selalu bergema dan menumbuhkan iman kita di dalam berbagai situasi kehidupan.

Tekadku
Tuhan, kami akan selalu memegang rasa percaya kami di dalam-Mu dan selalu berupaya menumbuhkannya di dalam seluruh pengalaman hidup kami.

Tindakanku
Hari ini saya akan mengajak anggota keluarga atau sahabat untuk berdoa bersama sebagai cara menumbuhkan iman dan rasa percaya kepada Tuhan. Saya juga akan mendoakan 1 (satu) orang yang saya kenal sedang bergumul dalam iman agar semakin dikuatkan oleh Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*