suplemenGKI.com

Senin, 15 Mei 2017

14/05/2017

Kisah Para Rasul 17 : 16 – 21

Kesempatan untuk bersaksi bagi Kristus.

 

PENGANTAR
Ancaman dari orang-orang Yahudi di Tesalonika dan Berea tidak menyurutkan rasul Paulus dalam memberitakan Injil. Dengan penuh semangat rasul Paulus tetap memberitakan Injil Kristus. Kali ini rasul Paulus tiba di kota Atena. Kota Atena merupakan kota yang banyak mempunyai berhala. Bahkan sampai dikatakan, “lebih banyak patung dewa-dewa di Atena ketimbang orang-orang Yunani yang ada, dan di Atena lebih mudah mendapatkan satu berhala daripada seorang manusia”. Dengan demikian kita bisa memahami bahwa kota Atena menjadi pusat pemujaan berhala. Selain itu kota Atena juga sangat terkenal sebagai kota intelektual sehingga di kota ini banyak dijumpai para filsuf. Dalam konteks seperti itulah rasul Paulus bertukar pikiran ( memberitakan Injil ) dengan mereka.

PEMAHAMAN.

  1. Bagaimana perasaan rasul Paulus ketika melihat kondisi kota Atena ? ( ayat 16 )
  2. Siapa saja yang di jumpai rasul Paulus di Atena ? Bagaimana mereka menyebut Paulus ? Bagaimana theology mereka ?( ayat 17-18 )
  3. Bagaimana rasul Paulus bersaksi  ? ( ayat 18c – 21 )

Hati rasul Paulus sedih ketika melihat kota Atena penuh dengan patung-patung berhala. Ia merasa kasihan melihat penduduk kota Atena  masih hidup dalam kegelapan dan tersesat. Itu sebabnya dengan tekad yang kuat rasul Paulus menjumpai orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Tuhan di rumah ibadat untuk bertukar pikiran dengan mereka. Juga bertukar pikiran dengan golongan Epikuros dan golongan Stoa. Mereka menganggap Paulus si “peleter” atau seorang intelek murahan.

Golongan epikuros percaya bahwa segala sesuatu terjadi secara kebetulan dan kematian adalah akhir dari segala-galanya. Mereka percaya bahwa para dewa begitu jauh dan tidak peduli dengan dunia. Mereka juga percaya bahwa kenikmatan adalah akhir yang utama dari manusia. Sedangkan golongan Stoa percaya bahwa segala sesuatu adalah sang illah dan manusia hidup karena percikan dari roh itu. Namun roh itu makin lama makin pudar zatnya.

Walaupun kota Atena penuh dengan patung-patung berhala dan banyak para filsuf yang merendahkannya namun rasul Paulus tetap bersaksi kepada mereka tentang kepercayaannya. Rasul Paulus bersaksi tentang Injil Yesus danKebangkitan-Nya ( ayat 18c ). Rasul Paulus tidak pernah malu tentang Injil Yesus. Baginya hal ini merupakan kesempatan untuk bersaksi tentang Kristus. Dan kesempatan itu tidak akan ia sia-siakan. Seharusnya kitapun harus seperti itu. Janganlah kita malu mengakui Injil Kristus dan janganlah sia-siakan kesempatan untuk memberitakan Injil. Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : apakah saudara malu dengan Injil Kristus ? apakah saudara berani bersaksi tentang Injil Kristus ?

TEKADKU
Ya Tuhan ampuni saya karena banyak kesempatan yang saya sia-siakan untuk bersaksi.

TINDAKANKU
Dengan pertolongan Allah saya harus berani bersaksi tentang Injil Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«