suplemenGKI.com

Senin, 15 Maret 2021

14/03/2021

Keluaran 15:22-27

PERCAYA ITU MENDENGAR DAN MELAKUKAN

 

Pengantar
Dalam sebuah program TV berbayar berjudul Buried Secrets of the Bible seorang penjelajah dan peneliti Nasional Geografi bernama Albert Lin mengungkapkan keheranannya pada perjalanan panjang bangsa Israel dari Mesir menuju tanah perjanjian. Ada rute yang jauh lebih pendek dan lebih aman ketimbang rute yang diambil oleh bangsa Israel pada masa itu. Albert Lin sungguh terheran-heran atas catatan dalam Alkitab yang menceritakan perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian.

Eksplorasi dan penelitian Albert Lin memang sangat menarik untuk ditonton. Perjalanan di hamparan gurun pasir yang luas dan berbahaya tentu tidak mudah. Ada banyak binatang-binatang berbahaya dan mematikan. Lalu cuaca yang sangat panas tentu menambah perjalanan tersebut semakin berat dan berbahaya.

Pemahaman

Ayat 22 – 25      Apa yang dialami oleh bangsa Israel di padang gurun Syur ? Bagaimanakah sikap mereka ? Bagaimanakah Musa menghadapi sikap bangsa Israel ?

Ayat 26 – 27      Apakah yang disampaikan Allah kepada umat-Nya ?

Teks bacaan harus ditempatkan pada konteks dimana bangsa Israel sedang berada di dalam perjalanan dari laut Teberau ke gunung Sinai. Ketika berada di padang gurun Syur, bangsa Israel tidak mendapati air yang dapat diminum. Secara geografis wilayah padang gurun memang sulit air. Kalaupun ada kolam-kolam air yang ditemui airnya sangat asin hingga tidak dapat diminum. Itulah sebabnya ketika di Mara terdapat kolam air namun terasa pahit. Sehingga bersungut-sungutlah bangsa Israel kepada Musa. Musa tentu dapat memahami situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Musa memohon pertolongan Allah untuk dapat mengatasi kondisi yang dihadapi bangsa Israel. Allah mendengar permohonan Musa.

Pada peristiwa itu Allah juga memberikan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan untuk dilaksanakan oleh bangsa Israel. Allah juga mengingatkan dan menegaskan bahwa bangsa Israel haruslah sungguh-sungguh mendengar suara Allah dan melakukan yang benar.

Peristiwa di Mara memperlihatkan bagaimana Allah hendak menguji kepercayaan bangsa Israel kepada Allah. Sekaligus untuk memperlihatkan betapa pentingnya kepercayaan kepada Allah tetap harus dibangun dalam situasi dan kondisi kritis sekalipun. Tentu hal itu tidak sekedar ucapan belaka. Bagi Allah, kepercayaan kepada-Nya harus diperlihatkan lewat komitmen untuk mendengar dan melakukan berbagai ketetapan dan juga kehendak-Nya.

Seringkali dalam situasi kristis atau dalam situasi hidup berada dalam pergumulan yang berat, umat Allah justru cenderung bersikap ragu bahkan apatis kepada Allah. Umat seringkali mempertanyakan kemahakuasaan Allah dan tidak sedikit yang meninggalkan ibadahnya kepada Allah. Selain itu, oleh karena situasi dan kondisi serta  tekanan hidup yang berat seringkali umat berani melakukan dosa dan kejahatan. Sama sekali tidak peduli dan tidak menaruh hormat serta tidak merasa  takut kepada Allah yang selalu memperhatikan tingkah langkah umat-Nya.

Teks hari ini mengajak umat Allah untuk berbenah diri, mengatasi berbagai keraguan yang seringkali muncul ketika persoalan dan kesulitan mendera kehidupan. Umat diajak untuk tetap percaya bahwa Allah selalu memperhatikan kehidupan umat-Nya. Perhatikan saja bagaimana Allah telah bekerja dimasa lampau. Jikalau umat masa sekarang menyadari bahwa mereka bisa bertahan hingga saat ini melewati berbagai rintangan kehidupannya tentulah itu semua karena Allah dan bukan karena hasil usahanya atau kekuatannya. Peristiwa dimasa lalu seharusnya menjadi bukti bahwa Allah menyertai umat-Nya.

Refleksi
Kepercayaan kepada Allah sejatinya tidak dapat luntur oleh karena situasi dan keadaan. Pahit atau manis, sakit atau sehat, dan dalam keadaan apapun kepercayaan kepada Allah tetap harus dimiliki oleh setiap umat Allah. Kepercayaan itu haruslah diperlihatkan bukan hanya lewat ucapan-ucapan tetapi juga lewat sikap hidup yang memperlihatkan ketaatan dan kepatuhan dalam melakukan perintah-NYA dan kehendak-NYA.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami tetap percaya kepada-Mu dalam berbagai situasi dan kondisi yang kami alami. Mampukan kami untuk terus melakukan firman-Mu dalam kehidupan kami.

Tindakanku
Tekun dalam doa pribadi. Terus menerus mengajak anggota keluarga untuk berdoa bersama-sama agar saling menguatkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*