suplemenGKI.com

Senin, 15 Juni 2020

14/06/2020

MELANGKAH BERSAMA TUHAN
Yosua 1:1-11

 

Pengantar
Ada seorang pria yang sedang termenung karena memikirkan usaha keluarga tanpa kehadiran sang ayah disisinya. Meskipun ia telah mendapat bekal pengalaman bersama ayahnya, ia mengalami keraguan apakah ia mampu memimpin usaha yang dipercayakan, atau justru sebaliknya.Semenjak sang ayah tiada, ia seperti kehilangan seseorang yang sangat berpengaruh dalam hidupnya. Saudara, ilustasi tersebut mengingatkan kepada kita bahwa adakalanya keraguan dialami oleh seseorang ketika ia mendapat kepercayaan atau mandat dari pendahulunya. Sama seperti yang dialami oleh Yosua, pengganti Musa. Bagaimanakah Yosua mampu melawan keraguannya untuk tetap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Musa? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Apa perintah yang Tuhan berikan kepada Yosua setelah Musa tiada?
  • Ayat 3-9         : Apakah janji yang diberikan Tuhan kepada Yosua dalam menjalankan tugasnya? Mengapa Tuhan memerintahkan Yosua agar menguatkan dan meneguhkan hati?

Yosua adalah rekan kerja Musa yang setia selama empat puluh tahun pengembaraan di padang gurun. Di bagian awal ayat yang kedua dalam bagian yang telah kita baca hari ini menyebutkan bahwa Musa saat itu telah mati, dan dengan demikian kepemimpinan beralih kepada Yosua. Tuhan memerintahkan Yosua untuk memimpin Israel menyeberangi sungai Yordan dan memiliki tanah Kanaan (ayat 2-4). Tentu hal ini bukanlah sesuatu  yang mudah bagi Yosua. Penyebabnya antara lain sebagai berikut: (1) Yosua harus belajar menghadapi suatu realita bahwa Musa tidak lagi bersama-sama dengannya, (2) Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk dan dengan mudahnya berubah setia terhadap Tuhan, (3) Bangsa-bangsa di Kanaan adalah bangsa yang besar dan kuat, serta mereka memiliki kota-kota yang dikelilingi oleh benteng pertahanan.

Melihat kesulitan yang akan dialami oleh Yosua di masa mendatang, Tuhan ingin agar ia bangkit dan menyadari bahwa ia bukan lagi seorang abdi Musa, melainkan seorang pemimpin. Yosua harus membuka lembaran baru dalam hidupnya dan melangkah bersama dengan Tuhan. Oleh karena itu Tuhan berjanji bahwa setiap tempat yang akan diinjak oleh Yosua akan menjadi milik Israel (ayat 3) dan tidak ada seorang pun yang dapat bertahan menghadapinya oleh karena Tuhan sendiri yang akan menyertai Yosua (ayat 5). Janji penyertaan Tuhan kepada Musa, juga akan berlaku sama kepada Yosua.

Selain itu, Tuhan juga meminta Yosua untuk menguatkan dan meneguhkan hatinya (ayat 6, 7, 9). Hal ini diulang sebanyak 3 kali, yang menandakan bahwa perintah Tuhan kepada Yosua adalah perintah yang sangat penting dan tidak dapat diabaikan. Dengan menguatkan dan meneguhkan hati kepada Tuhan, maka Yosua akan semakin berani menghadapi apa yang akan terjadi di masa depan dan beriman teguh kepada Tuhan. Bahkan sebagai seorang pemimpin, ia harus memberikan teladan iman untuk bertindak dengan hati-hati sesuai dengan seluruh hukum Allah serta memperkatakan Firman Tuhan di berbagai kesempatan. 

Refleksi
Hambatan apakah yang saat ini membuat saudara ragu dalam menjalani kehidupan masing-masing sebagai seorang pelayan Tuhan, kepala keluarga, pemilik usaha, anak, ibu rumah tangga, dsb? Apakah makin berjuang dalam iman kepada Tuhan atau justru kalah dengan kondisi yang dihadapi? Mari membuka lembaran baru bersama dengan Tuhan, dengan lebih kuat dan berani menghadapi tantangan.  

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah aku untuk memiliki keberanian kuat dalam menghadapi masa yang sukar hanya dengan beriman kepada-Mu. 

Tindakanku
Aku ingin semakin berani dan beriman melangkah bersama Tuhan, dengan mengisi pikiran melalui Firman Tuhan, membawa Firman Tuhan dalam hidup sehari-hari dan melakukannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«