suplemenGKI.com

Senin, 15 Juni 2015

14/06/2015

1 Samuel 17:32-39

MENGHADAPI GOLIAT

PENGANTAR
Ada berbagai macam masalah yang harus kita hadapi setiap hari. Sebagian dari masalah-masalah tersebut adalah masalah-masalah yang besar atau berat karena sangat sulit untuk diselesaikan dan membutuhkan perjuangan yang panjang untuk menghadapinya. Besarnya persoalan yang kita hadapi sering kali menimbulkan rasa cemas dan takut yang membuat kita “kalah sebelum bertanding”. Artinya, memilih menyerah kalah daripada mencoba untuk menghadapinya. Padahal, masalah yang besar atau berat itu pada umumnya adalah masalah-masalah penting yang sangat menentukan masa depan kita.

Perikop bacaan kita hari ini mencatat masalah besar dan berat yang dihadapi umat Israel. Goliat, tentara Filistin yang bertubuh raksasa, menantang orang-orang Israel untuk bertanding satu lawan satu dengan mempertaruhkan masa depan bangsa mereka. Pihak yang kalah akan menjadi hamba/ budak bagi pihak yang menang (1 Sam. 17:8-10).  Sungguh, ini merupakan saat yang kritis bagi bangsa Israel. Tidak ada seorang pun tentara Israel yang berani maju bertanding melawan Goliat. Tapi, Daud mengajukan dirinya untuk menghadapi Goliat.

PEMAHAMAN

  • Bagaimana sikap Saul ketika mendengar keinginan Daud untuk melawan Goliat? Mengapa Saul bersikap demikian? (lihat ay. 33; lihat juga ayat-ayat sebelumnya, yaitu ay. 4, 8-11)
  • Apa yang mendorong Daud untuk melawan Goliat? Siapakah yang hendak dibelanya? (lihat ay.32 dan ay. 36)
  • Apa yang membuat Daud yakin bahwa ia dapat mengalahkan Goliat? (lihat ay. 34-36a dan ay. 37)

Seperti yang diceritakan di awal pasal 17, Goliat adalah seorang “raksasa” Filistin. Tinggi badan Goliat enam hasta sejengkal (ay. 4), atau sekitar 3 meter. Lagipula, Goliat juga seorang tentara yang sangat terlatih (LAI: pendekar; NIV, NRSV: a champion).  Tidaklah mengherankan kalau tidak ada seorang pun tentara Israel yang berani menjawab tantangan Goliat untuk bertempur satu lawan satu. Bahkan, Saul juga merasa cemas dan ketakutan. Itulah sebabnya Saul berkata kepada Daud, “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu” (ay. 33).

Namun, Daud datang dengan motivasi yang kuat dan keyakinan yang teguh. Daud ingin membebaskan orang Israel dari ketakutan mereka (ay. 32). Juga, Daud tidak ingin bangsanya terus-menerus dicemooh oleh Goliat(ay. 36). Daud yakin bahwa Tuhan akan menolongnya menghadapi Goliat (ay. 37). Daud tidak meragukan kemampuan Tuhan untuk melepaskannya dari tangan Goliat karena ia telah mengenal Tuhan di sepanjang pengalaman hidupnya sebagai gembala. Memang, Daud hanyalah seorang gembala. Tetapi, ia seorang gembala yang disertai oleh Tuhan.

REFLEKSI

  • Hal apakah yang sekarang ini membuat Anda merasa cemas dan takut?
  • Apakah Anda yakin bahwa Tuhan akan menolong Anda untuk menghadapinya?

TEKADKU
Tuhan, berikanlahkepadaku keberanian dan iman yang teguh menghadapi masalahku. Aku percaya bahwa Engkau akan menyertaiku dan menolongku sehingga aku mampu menghadapinya.

TINDAKANKU
Aku akan mengarahkan hati dan pikiranku kepada Tuhan, sumber kekuatanku agar aku berani menghadapi masalahku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«