suplemenGKI.com

SENIN, 15 JULI 2013

14/07/2013

Kejadian 18:1-11

ANTUSIASME IMAN        

 

PENGANTAR
Menurut KBBI “antusiasme” menunjuk pada keadaan yang penuh kegairahan, gelora semangat atau minat besar terhadap sesuatu.  Bila dikaitkan dengan iman juga bermakna sama, yaitu keimanan yang ditunjukkan melalui semangat dan sikap/minat yang terbuka terhadap sesuatu yang sedang dihadapi.  Sikap iman seperti inilah yang ditunjukkan Abraham dalam bacaan kali ini, khususnya ketika menyambut tamu asing di pelataran kemahnya. 

PEMAHAMAN
Apa yang sedang terjadi di depan kemah Abraham? (ayat 1-2)
Bagaimana respons Abraham ketika menyambut? Dan apa yang ia tawarkan? (ayat 2-5)
Apa yang menjadi tujuan kedatangan mereka kepada Abraham? (ayat 10)
Bagaimana kondisi Abraham dan Sara ketika itu? (ayat 11)
Bagaimana semangat iman kita hari ini? 

Antusiasme Abraham bukan hanya terlihat dari pemakaian kata “segera” yang terulang tiga kali (ayat 6, 7), dan “berlarilah” (ayat 7), tetapi juga dari apa yang dihidangkan kepada para tamunya.  Apa yang dihidangkan Abraham melebihi apa yang lazim pada masa itu.  Tiga sukat tepung (36 liter), olahan anak lembu, dadih dan susu adalah hidangan mewah bagi raja, bukan untuk pengembara yang biasanya cukup air dan roti.  Jelas ini jamuan sangat istimewa bagi ketiga tamunya, apalagi Abraham tidak ikut makan.  Ia berdiri di dekat tamunya. Entah apa yang ada di pikiran Abraham.  Dalam konteks budaya Timur kedatangan tamu adalah kehormatan dan berkat, itu sebabnya tidak boleh ditolak. Bahkan harus disambut dengan ramah dan dijamu layaknya tamu terhormat. Dan benar, mereka adalah teofani Allah atau kehadiran Allah sendiri yang menegaskan janjiNya mengenai keturunan kepada Abraham.  

Di sinilah titik temu antara antusiasme budaya dengan pengharapan iman Abraham akan keturunan sebagai lambang berkat Allah dalam hidupnya.  Perjalanan iman tidak selamanya sama.  Ada kalanya jawaban Tuhan tampak begitu cepat dan mudah diperoleh.  Namun di sisi lain, ada juga yang seolah tak berjawab sehingga membuat kita kehilangan sukacita hidup.  Tidaklah demikian dengan Abraham.  Antusiasme menjalani kesulitan hidup bersambung menjadi hati yang peka akan jawaban Tuhan melalui hal-hal yang tidak pernah dipikirkannya.  Mengapa demikian?  Sebab Abraham sepenuhnya percaya dan tidak meragukan janjiNya.  Itulah sumber sukacita Abraham.  Jadi apapun pengharapan yang masih kita punya, kiranya itu tetap membangkitkan antusiasme menjalani kehidupan iman bersama Tuhan. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: sebab seringkali kita meletakkan antusiasme hidup pada berkatNya, bukan pada diri Tuhan yang empunya berkat.  

TEKADKU
Apapun yang terjadi akan aku hadapi dengan antusiasme iman, sebab aku percaya Tuhan tidak pernah meninggalkanku.  Dialah sumber sukacitaku dan semangatku. Tuhan tolonglah aku mau belajar memandang Tuhan sebagai sumber kekuatan dan semangat hidup beriman.  

TINDAKANKU
Hari ini aku mau menaruh iman pengharapanku untuk ………… yang masih menjadi pergumulan hidupku.  Dan aku menyakini ada Tuhan Sang Sumber berkat yang terus berkaya dalam perjalanan hidup hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*