suplemenGKI.com

Kejadian 15:1-6

ANTARA TAKUT DAN PERCAYA

PENGANTAR
Kita semua percaya bahwa Tuhan mengasihi kita. Kita juga percaya bahwa Tuhan berkuasa untuk menggenapi janji-janjiNya kepada kita. Namun, kenyataan yang kita hadapi setiap hari sering kali memunculkan ketakutan dan keraguan di dalam hati kita. Kita memiliki iman di satu sisi, dan ketakutan di sisi lainnya.  Kita sering terombang-ambing di antara keduanya.

PEMAHAMAN
Peperangan melawan koalisi Kedorlaomer mungkin merupakan salah satu peperangan terhebat yang dimenangkan Abram (14:1-16). Abram patut bergembira akan hal ini. Namun, Kedorlaomer bukanlah satu-satunya ancaman bagi keselamatan Abram dan keluarganya. Masih banyak raja-raja lain di sekitar wilayah itu yang sewaktu-waktu dapat bangkit melawan Abram. Dalam konteks inilah Tuhan berkata, “Janganlah takut, Abram.” Tuhan menyediakan diri-Nya untuk menjadi perisai bagi Abram dan berjanji untuk memberkati Abram dengan kekayaan materi yang melimpah (ay.1).

Ay. 2-3  Lebih daripada soal keamanan dirinya, ternyata ada hal lain lagi yang ditakutkan Abram. Hal apakah itu? Mengapa Abraham sangat mencemaskan hal tersebut?

Ay. 4-5 Apa yang dilakukan Tuhan untuk menjawab ketakutan Abraham? Mengapa Tuhan mengulangi janji-Nya kepada Abraham mengenai keturunan? (lihat Kej. 12:2; 13:16)

Sapaan “Janganlah takut” agaknya justru mendorong Abram untuk mengungkapkan ketakutannya lain. Abram takut jika ia tidak mempunyai keturunan dan kelak, jika ia mati, ia harus menyerahkan seisi rumahnya kepada salah seorang budaknya. Bagi Abram, mengakhiri hidup tanpa keturunan adalah hal yang sangat menakutkan.

Tuhan menjawab ketakutan Abram dengan memberikan janji yang tegas dan jelas. Dengan tegas Tuhan berjanji bahwa kelak yang akan menjadi ahli waris Abram adalah anaknya sendiri, bukan budaknya. Tuhan juga memperjelas janji-Nya dengan memberikan gambaran bintang-bintang di langit untuk menyatakan betapa banyaknya keturunan Abram kelak.

Sungguh menarik bahwa ini bukanlah pertama kalinya Tuhan menjanjikan keturunan kepada Abram. Mengapa Tuhan mengulangi janji tersebut? Tentu saja, untuk kepentingan Abram. Menantikan janji Tuhan bukanlah perjuangan yang mudah. Tuhan menegaskan kembali janji-Nya untuk meneguhkan iman Abram.

REFLEKSI
Ketakutan dan keragu-raguan sering menggoyahkan iman dan pengharapan kita akan janji-Nya. Syukurlah bahwa Tuhan tidak hanya menuntut umat-Nya untuk percaya, namun juga menolong umat-Nya bangkit dari keragu-raguan dan ketakutan, dan memperteguh imannya.

TEKADKU
Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu karena setiap kali aku dihinggapi ketakutan dan keraguan, Engkau selalu hadir untuk meneguhkan imanku.

TINDAKANKU
Aku akan mengingat kembali cara-cara yang pernah Tuhan lakukan untuk meneguhkan imanku. Aku akan membagikan hal ini kepada orang-orang yang sedang dihinggapi ketakutan dan keraguan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*