suplemenGKI.com

Yesaya 51 : 1 – 6.

Tetap berharap pada Tuhan dalam kondisi apapun 

Yesaya pasal 40 – 55 ditujukan kepada umat Tuhan ( Yehuda ) yang sedang dibuang ke Babel. Orang-orang Yehuda yang dibawa ke Babel adalah orang-orang yang ahli dibidang pemerintahan, tata kota/pembangunan, perdagangan, pertanian, angkatan perang dan lain sebagainya. Walaupun mereka mempunyai kebebasan untuk mendirikan rumah, bertani, berdagang bahkan mendirikan rumah ibadah namun pada saat-saat tertentu mereka harus bekerja secara rodi dan mengikuti perintah para penguasa Babel. Disitulah mereka merasakan penderitaan yang amat berat. 

Pertanyaan penuntun.

 1.  Mengapa nabi Yesaya menyerukan seruan ‘Dengarkanlah Aku’ kepada umat Yehuda yang sedang menderita di pembuangan Babel ? ( ayat 1 )

2.  Mengapa Yesaya meminta agar umat yang menderita supaya memandang kepada Abraham, bapa leluhur mereka ? [ ayat 2 ]

3.   Apa janji Tuhan kepada mereka yang menderita ?[ayat 3]   

RENUNGAN.

Umat Israel [ Yehuda ] yang sudah lama mengalami penderitaan di Babel merasakan bahwa penderitaan yang mereka alami sudah sangat berat. Bahkan mereka tidak tahu, kapan penderitaan itu akan berakhir ? Mereka merasa bahwa penderitaan yang mereka alami sangat panjang dan berat sehingga mereka tidak memiliki  pengharapan lagi, kapan mereka akan mendapat kebebasan ? di tengah-tengah kondisi seperti itu nabi Yesaya memberitakan berita sukacita kepada orang-orang Yehuda di Babel. Yesaya meminta agar umat Tuhan meminta pertolongan dari Tuhan. [ayat 1]. Lalu berita apa yang disampaikan oleh Yesaya kepada umat Tuhan ? 

Pertama : Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu [ ayat 2 ] 

Dalam penderitaan yang dialami bangsa Yehuda, nabi Yesaya mengingatkan umat yang menderita agar dalam menghadapi penderitaan mereka dapat memandang kepada bapa Abraham yang diberi janji oleh Tuhan bahwa Ia  akan memperoleh keturunan yang tak terbilang banyaknya, walaupun Sara saat itu dalam kondisi mandul. Dalam kondisi seperti itu Abraham tetap beriman kepada Tuhan, bahwa Tuhan akan menggenapi JanjiNya. Dan memang pada akhirnya Tuhan menggenapi janjiNya dengan memberikan seorang putra kepada Abraham dan Sara. Oleh sebab itu nabi Yesaya mengingatkan kepada para buangan yang sedang menderita agar mereka terus beriman kepada Tuhan dan pasti Tuhan akan menggenapi janjiNYa untuk memberi kelepasan kepada umatNya. 

Kedua : Penghiburan Tuhan selalu nyata. [ ayat 3 ]. 

Siapa bilang Tuhan membiarkan umatNya yang menderita begitu saja ? tidak ! Tuhan tidak membiarkan umatNya yang setia dan berharap kepadaNya terus hidup dalam penderitaan, tetapi Tuhan memberi kekuatan, penghiburan dan pertolongan dari setiap penderitaan. Oleh sebab itu Yesaya  memberitahukan kepada umat bahwa Tuhan menghibur Zion, menghibur segala reruntuhannya. Bahkan Tuhan akan mengubah padang gurun [gambaran tentang penderitaan] seperti taman Eden [gambaran tentang kemuliaan] dan padang belantara [penderitaan] seperti taman Tuhan [ gambaran sukacita/kemuliaan]. Disini kita melihat bahwa Tuhan memiliki otoritas untuk mengubah kehidupan dari kehidupan yang penuh dengan penderitaan, hinaan, dapat diubah menjadi hidup yang berarti, penuh kemenangan dan sukacita.

Jika kita saat ini sedang mengalami sebuah penderitaan, apapun bentuknya, kita sedang diingatkan kepada peristiwa penderitaan yang pernah dialami umat Yehuda, yang tetap beriman dan berharap hanya kepada pertolongan Tuhan. Untuk itulah maka kita harus belajar tetap beriman dan berharap hanya kepada Tuhan, apapun keadaan kita saat ini. Maka Tuhan pasti akan menolong kita. Amin.

 “dengan beriman dan berharap kepada Tuhan maka kita akan mendapatkan pertolongan Tuhan”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*