suplemenGKI.com

Kemurahan Allah

Matius 20:1-16

 

Pengantar
                Pandangan manusia seringkali sempit untuk mengartikan kemurahan Tuhan. Kalau Tuhan baik dan memberkati orang lain, maka kita seringkali menuntut Tuhan juga harus baik dan memberkati kita. Kalau orang lain sakit dan disembuhkan Tuhan, maka kita juga seringkali berharap yang sama bahwa Tuhan harus menyembuhkan sakitku. Bagaimanakah kemurahan Tuhan berlangsung dalam hidup ini? 

Pemahaman
Ay 1-2 Dengan perumpamaan apakah kerajaan sorga digambarkan?
Ay 3-7 Apa yang dilakukan tuan kebun anggur itu?
Ay 8-10 Apakah yang dilakukan tuan kebun anggur terhadap pekerja-pekerjanya?
Ay 11-12, Apa reaksi dari pekerja-pekerja yang masuk duluan ke kebun anggur tersebut?
Ay 13-15, Apa jawaban dari tuan kebun tersebut?
Ay 16, Apa arti pemahaman ayat tersebut?

Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Sorga seperti seorang tuan yang memiliki kebun anggur. Dari hasil kebun anggur tersebut, melimpah hasil panennya, sehingga perlu banyak orang untuk mengerjakannya. Maka mulailah tuannya mencari pekerja-pekerja pada waktu pagi-pagi benar, mereka menyepakati bahwa upah pekerja 1 dinar (upah satu hari buruh harian) sehari. Kira-kira pukul 09.00, tuannya pergi lagi ke pasar dan mendapati banyak orang yang menganggur dan disuruh bekerja di kebun anggurnya. Demikian juga tuannya pergi lagi ke pasar pada waktu pukul 12.00, 3 petang, dan 5 petang berjumpa dengan orang-orang yang menganggur dan disuruh untuk bekerja di kebun anggurnya.
Menjelang malam tuan kebun anggur memanggil mandurnya untuk memberikan upah kepada para pengerja kebun anggurnya tiap orang diberikan 1 dinar. Tentunya hal ini menimbulkan gejolak bagi pekerja yang datang lebih awal karena merasa diperlakukan tuannya tidak adil, mereka bersungut-sungut katanya: mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam saja sedangkan kami sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Lalu tuannya menjelaskan kesepakatannya dengan mereka bahwa mereka bekerja 1 hari/ 1 dinar.
Dilihat dari sisi pekerjanya, maka mereka yang dapat pekerjaan lebih cepat akan lebih bersuka cita karena mereka memastikan bahwa hari itu mereka bekerja dan dapat upah 1 dinar. Sedangkan pekerja yang terakhir dipanggil, itu berarti mereka telah lama menunggu untuk dapat pekerjaan tidak dipanggil-panggil oleh orang yang membutuhkan tenaganya, mungkin pekerja ini sempat putus asa.
                Dilihat dari tuannya, ia telah melakukan kewajibannya untuk membayar upah pekerja-pekerjanya sesuai perjanjian yaitu 1 hari/ 1 dinar. Tuannya melakukan kemurahan hati kepada pekerja-pekerja yang datangnya lebih lambat. Tuannya sengaja ingin melakukan itu karena pekerja-pekerjanya membutuhkannya.
Namun kemurahhatian tuannya tidak dapat diterima oleh oleh pekerja yang telah masuk duluan.

Refleksi
Ambil waktu sejenak untuk merenungkan: pernahkah saudara iri kepada orang yang mendapat kebaikan dari orang lain atau bahkan dari Tuhan. 

Tekadku
Ya, Tuhan jangan biarkan hamba-Mu iri melihat orang yang lebih baik dan lebih diberkati oleh-Mu ya Tuhan, ampunilah kalau kami belum dapat merasakan kemurahan-Mu ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini saya bersuka-cita, mana kala saya melihat orang lain lebih diberkati oleh Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*