suplemenGKI.com

Amsal 31:10-21.

 

Ciri-Ciri Istari Yang Cakap (1)

Pengantar:
Kitab Amsal terkenal dengan pengajaran-pengajaran praktis dan menyentuh bagi setiap pembaca. Pengajaran-pengajaran dari kitab Amsal bertujuan agar setiap pembaca menemukan makna hidup yang benar. Hidup yang bermakna tentu akan berdampak pada nilai dan kualitas dalam hal relasi. Baik relasi antar personal, dengan kelompok, dengan pasangan atau dengan konteks. Hidup yang bermakna pasti akan menghadirkan berkat tersendiri bagi diri sendiri maupun bagi pihak lain. Setiap kita tentu menginginkan hidup yang bermakna, mari kita belajar dari bacaan firman Tuhan hari ini.

Pemahaman:

  1. Apakah topik utama dari Amsal pasal 31:10-21 ini?
  2. Apa saja ciri-ciri seorang istri yang cakap menurut Amsal pasal 31:10-20 ini?
  3. Bagaimanakah respons sang suami terhadap istri yang cakap?

Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul perikop ini adalah “Puji-pujian untuk istri yang cakap” Berbicara tentang istri yang cakap menurut Amsal 31:10-20 ini rupanya bukan ditujukan pada penampilan luarnya (wajahnya yang cantik, kulit yang putih mulus, postur tubuh yang ideal, dan sebagainya) Karena dari bacaan ini kita tidak menemukan adanya puji-pujian yang mengarah pada penampilan fisik. Jadi ternyata istri yang cakap itu bukan diukur dari penampilan fisiknya, melainkan diukur dari bagaimana ia memainkan perannya sebagai seorang pribadi yang bermakna bagi dirinya sendiri maupun bagi pihak lain.

Bacaan mulai dari ayat 12-21, kita menemukan paling tidak ada sepuluh peran yang dilakukan oleh seorang istri yang cakap, yaitu: berbuat baik kepada suami, bekerja dengan rajin, menyediakan kebutuhan bagi keluarga, bangun pagi-pagi menyediakan makanan bagi keluarga, berkebun, mempersiapkan diri untuk melayani orang lain, bekerja sampai jauh malam, memintal benang, menolong orang lain dan melindungi keluarga. Semua itu dilakukan bukan untuk dirinya tetapi untuk pihak lain. Jadi istri yang cakap itu melakukan perannya demi orang lain bukan untuk dirinya sendiri, itulah makna hidupnya.

Terhadap istri yang demikian, sang suami meresponi dengan puji-pujian. Puji-pujian yang dimaksud adalah: merasa bangga, mempercayainya, merasa beruntung dan menyayangi dengan tulus dan total. Jadi seorang istri yang cakap adalah hidup bermakna bagi suami, keluarga, orang lain bahkan juga bagi orang-orang yang tertindas.

Refleksi:
Renungkanlah, sudahkan anda menjadi istri yang cakap bagi suami, keluarga dan sesama? Menjadi istri yang cakap bukanlah instan, tetapi sebuah proses yang dinaungi oleh karunia Tuhan. Responilah karunia itu dengan memainkan peran secara konkrit. Hai suami-suami jangan lalai memuji istri yang cakap, dengan menyayanginya dengan tulus.

Tekad:
Tuhan tolonglah agar istri-2 Kristen bisa bidup bermakna bagi suami, keluarga dan sesama.

Tindakan:
Mulai sekarang kita berdoa agar istri-istri, terutama jemaat kita menjadi istri yang bermakna bagi suami, keluarga, sesama dan gereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*