suplemenGKI.com

PANTANG REDUP UNTUK BERJUANG HIDUP

Kejadian 32 : 22 – 31  

                               

Pengantar
Dalam upaya mendapatkan sesuatu yang baik atau menjadi pengharapan kita, maka sering kita harus berhadapan dengan berbagai tantangan dan kesulitan tertentu. Namun apakah kita akan menyerah begitu saja, atau berpuas diri dan mengalah karena merasa tak punya pengharapan yang lebih baik. Bahkan ketika kita merasa bahwa segala upaya kita itu akan membawa pada konsekuensi dan resiko yang kurang baik, maka tetapkah kita akan berjuang untuk meraih kebaikan yang TUHAN sediakan. Maka marilah kita membaca Kejadian 32 : 22 – 31  dan mendapatkan hikmat dari apa yang dialami dan diperjuangkan oleh Yakub, baik dalam upaya perdamaian dengan TUHAN, maupun dalam pergulatan yang berakhir pada kebaikan TUHAN yang diterimanya.       

Pemahaman
Ayat  22 – 23       :  Mengapa Yakub melakukan tindakan tersebut?
Ayat  24 – 26       :  Apa yang terjadi (yang dihadapi) pada Yakub setelah itu?
Ayat 27 – 31        :  Bagaimana akhir dari peristiwa tersebut?

Yakub membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok serta menyeberangkan juga segala miliknya. Hal itu dilakukan dalam rangka tanggung jawabnya terhadap keberlangsungan hidup keluarganya, karena ia belum tahu apa yang akan dialaminya saat berjumpa dengan Esau kakaknya.

Selanjutnya tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkan Yakub, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok.  Maka orang itu memohon agar ia dibiarkan pergi, tapi Yakub tidak membiarkan orang itu pergi, sebelum  Yakub  diberkati olehnya. Yakub adalah orang yang punya kemauan dan tekad berjuang yang kuat, dan tidak mau “meredup” untuk bisa memperoleh kebaikan dalam hidupnya. 

Di akhir peristiwa ini, orang itu mengatakan bahwa nama Yakub akan berganti menjadi Israel sebab Yakub telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan ia menang. Lalu orang itu memberkati Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat ALLAH berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”. Yakub mengalami sesuatu yang penting, bukan semata perubahan nama dan artinya, tapi karena ia telah beroleh kebaikan TUHAN dalam “ruang juang” hidupnya.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita pernah redup (baca: menyerah) dalam perjuangan hidup ini?
  • Apakah kita mengalami perjumpaan dengan TUHAN yang memberi kebaikan dalam perjuangan hidup kita? 

Tekad
TUHAN, buatlah aku untuk tidak mudah redup dalam berjuang untuk mengalami segala kebaikan-MU.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan berusaha menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan hidup dengan perjuangan yang bersumber dari kebaikan TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«