suplemenGKI.com

Senin, 14 Mei 2012.

13/05/2012

Kisah Para Rasul 1:15-17.

 

Persekutuan Yang Membuahkan Solusi

            Manusia disebut sebagai mahluk sosial, yang berarti manusia tidak mungkin dapat hidup tanpa berinteraksi, berelasi, bersekutu atau berkumpul dengan orang lain atau kelompok lain. Jika ada seseorang atau sekelompok orang berkata “tidak membutuhkan orang lain atau kelompok lain” maka bisa dikatakan mungkin itu adalah bukan manusia. Sebab, jangankan manusia, hewanpun dalam menjalani kehidupannya cenderung berkelompok, berkumpul satu dengan yang lain.

Seseorang atau sekelompok orang akan mengalami banyak kesulitan apabila ia menjauh dan memutuskan relasi dengan pihak lain. Bahkan tidak jarang seseorang atau sekelompok orang akan mengalami kebinasaan ketika ia mencoba untuk menarik diri dari hubungan dengan orang lain. Kisah 1:15-17, mengajarkan kita untuk terus menjalin hubungan atau berkumpul dengan orang lain, demi kelangsungan karya hidup ini, khususnya kita sebagai orang-orang percaya.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang saudara pahami tentang komunitas yang terbangun di antara para murid Yesus dalam bacaan di atas? Bagaimana mereka membangun persekutuan sehingga menjadi semakin besar dan bahkan menghasilkan suatu solusi bagi persoalan yang mereka hadapi?
  2. Apa yang menjadi dasar persekutuan mereka sehingga dapat menjadi jawaban atau solusi terhadap persoalan yang mereka hadapi?
  3. Apakah saudara adalah termasuk orang yang tidak bisa hidup tanpa persekutuan?

 

Renungan:

Pasca penangkapan, penyaliban, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus memang menyisakan banyak cerita di antara para murid. Pada awalnya mereka dilanda ketakutan karena Guru mereka ditangkap, disalib dan mati.  Hal itu membuat mereka ketakutan dan meninggalkan satu dengan yang lain. Tetapi setelah Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada mereka, terlebih setelah Tuhan Yesus naik ke Sorga mereka tidak lagi ketakutan, melainkan dengan semangat terus membangun persekutuan di antara mereka. Dalam ay. 12-14 dikatakan mereka bukan saja berkumpul, tetapi juga dengan sehati berdoa bersama-sama. Bukan hanya para murid minus Yudas, tetapi juga hadir para perempuan, saudara-saudara Yesus. Dan di ayat 15 jumlah mereka yang berkumpul bahkan sudah mencapai seratus dua puluh orang.

Murid-murid Yesus membangun persekutuan dengan semangat, terbuka untuk orang-orang lain yang rindu bergabung. Isi dari persekutuan itu adalah selalu bersifat spiritual/rohani. Artinya dalam persekutuan itu sangat mengutamakan pimpinan Tuhan melalui doa yang dinaikkan dengan sehati kepada Tuhan. Sehingga ketika menghadapi persoalan atau kebutuhan, mereka tidak memutuskannya dengan pikiran duniawi atau kesanggupan manusiawi, melainkan memohon pimpinan dan kekuatan Tuhan. Persoalan mereka adalah mencari pengganti Yudas yang telah menjual Yesus (Lih. Ay. 18-20) Pada bacaan selanjutnya dikatakan bahwa mereka telah menemukan pengganti Yudas yaitu Matias, seorang yang diperkenankan Tuhan.

Saudara boleh bertanya pada diri sendiri, apakah saudara adalah orang yang semangat dalam menghadiri persekutuan maupun ibadah raya dengan saudara-saudara seiman di gereja, sektor maupun komisi? Ataukah mungkin, saudara adalah orang yang suka menjauhkan diri dari persekutuan maupun ibadah raya? Ada baiknya mulai sekarang meneladani para murid dan orang-orang yang dengan tekun, sehati dan setia bersekutu dengan sesama dalam persekutuan maupun ibadah raya di gereja saudara, niscaya Tuhan akan memberikan solusi bagi pergumulan dalam hidup dan karya saudara. Tuhan memberkati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«