suplemenGKI.com

Senin, 14 Maret 2016

13/03/2016

DIA HADIR MENAWARKAN DAMAI

Lukas 19:28-40

 

PENGANTAR
Minggu ini kita bersama-sama memasuki Minggu Palma(Minggu Palem).  Pada Minggu Palma kita melihat bagaimana Yesus dielu-elukan ketika masuk kota Yerusalem.  Banyak orang menaruh harapan bahwa Yesus akan menjadi Mesias, Pembebas dari belenggu penjajahan Romawi.  Bagaimana Yesus hadir di tengah-tengah umat yang menyambut-Nya?  Situasi seperti apa yang Dia tawarkan saat hadir bagi umat yang menyambut-Nya?

 

PEMAHAMAN

Ayat 30-34 : Apa makna Yesus menunggang keledai muda saat memasuki kota Yerusalem?

Ayat 35-37 : bagaimana respon para murid dan orang-orang Yahudi saat Yesus memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai muda?

Bagaimana kita membuka hati terhadap kehadiran-Nya?

Perikop yang kita baca mengungkapkan bagaimana perjalanan Yesus hampir mencapai garis akhir.  Dia mengetahui sebentar lagi misi yang diemban-Nya sebagai Mesias akan mencapai puncaknya.Maka tiba waktunya bagi Yesus untuk menyatakan Kemesiasan-Nya dengan lebih terang-terangan.  Dia telah mempersiapkan segala sesuatudengan cermat ketika hendak masuk Yerusalem (ay.28).  Di mulai dari persiapan keledai yang akan menjadi tunggangan-Nya, untuk menyatakan siapa diri-Nya dan misi-Nya bagi dunia ini.

Sesuai dengan nubuat Zakharia (Zak.9:9-10), Mesias sebagai Raja akan masuk ke Yerusalem dengan mengendarai keledai muda, hingga kemudian masuk ke dalam kota Yerusalem dan dielu-elukan banyak orang.  Keledai adalah kendaraan yang biasa dipakai oleh seorang raja di saat damai, sedangkan di saat perang seorang raja menunggang kuda.  Melalui tindakan masuk kota dengan menunggang keledai, Yesus jelas sekali menawarkan undangan damai sejahtera kepada setiap orang, baik kepada para pengikut-Nya maupun kepada orang-orang yang membenci Dia.  Damai sejahtera itu Dia bawa dan Dia tawarkan bagi semua orang.

Bagaimana respon orang banyak?  Sambutan gempita dari para murid dan pengikut Yesus yang begitu luar biasa menunjukkan bahwa mereka menerima kehadiran Mesias (ay.35-37).  Mengutip Mazmur 118:26 yang biasa dikumandangkan pada perayaan Pondok Daun para murid menyambut ‘Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan’ (ay.38).  Lalu bagaimana respon orang-orang Farisi?  Sambutan yang gegap gempita itu segera mendapatkan protes dari orang-orang Farisi.  Tetapi Yesus berkata “Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak” (ay.40).  Artinya, Yesus menegaskan bahwa tidak ada yang dapat menghalangi sukacita karena damai sejahtera Allah.  Orang-orang Farisi tidak merasakan sukacita dan damai sejahtera sebab menutup diri dan hati bagi kehadiran-Nya.

REFLEKSI                                                                          
Mari hening sejenak untuk merenung: adakah damai sejahtera Allah ada dalam hati, apapun keadaan kita saat ini?  Mari buka hati bagi kehadiran-Nya, yakini Dia hadir membawa damai.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk terus menyakini kehadiran-Mu dalam keadaan apapun, sehingga dalam suka dan duka damai-Mu tetap mewarnai hidupku.

TINDAKANKU
Aku mau selalu membuka hati bagi kehadiran-Nya dalam suka dan duka.  Aku mau bersyukur atas damai sejahtera yang Dia berikan dalam hidupku!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«