suplemenGKI.com

Senin, 14 Juli 2014

13/07/2014

DARI ALAS KEPALA MENJADI LANDASAN RUMAH KEHIDUPAN

Kejadian 28 : 10 – 19

Pengantar :
Keberadaan TUHAN seringkali tidak kita ketahui. Ini yang secara jujur diakui oleh Yakub ketika bangun dari tidurnya. Mengapa Yakub menyatakan pengakuannya secara demikian? Hal ini disebabkan Yakub belum memiliki pengalaman tertentu di waktu sebelumnya, berkaitan dengan cara TUHAN menyatakan diri. Jadi bagaimana cara TUHAN menyatakan penyertaannya kepada Yakub, dan bagaimana sikap serta tindakan Yakub akan kita pelajari dari Kitab Kejadian 28 : 10 – 19.

Pemahaman

Ayat 10 – 15         :  Bagaimana penyertaan TUHAN kepada Yakub?

Ayat 16 – 19         :  Bagaimana sikap dan tindakan Yakub atas penyertaan TUHAN
bagi dirinya?

Kepergian Yakub dari rumah ayahnya di Bersyeba menuju Haran kota asal ibunya sesungguhnya diwarnai oleh harapan untuk mendapat isteri dari orang sebangsanya dan juga upaya untuk menyelamatkan diri dari ancaman Esau, kakaknya. Dalam kepergian yang diwarnai harapan dan upaya tersebut ternyata TUHAN berkenan menyatakan penyertaan-NYA melalui perjumpaan dalam mimpi di Betel, yang sebelumnya bernama Lus. Melalui penyertaan dan perjumpaan ini, TUHAN hendak menyatakan diri sebagai ALLAH yang setia akan janji-NYA kepada mereka yang dipilih-NYA. Maka sebagai umat pilihan ALLAH, kita harus tetap percaya kepada TUHAN dalam segala keadaan.

Yakub menanggapi penyertaan TUHAN dengan pengakuan akan keberadaan TUHAN, bahkan menyatakannya hal itu secara ‘simbolik’ dengan menamai tempat itu Betel yang berarti rumah ALLAH.

Batu yang menjadi alas tidur kepalanya dijadikan  tempat (rumah) kehidupannya yang berlandaskan TUHAN yang hadir dan penuh kasih setia. Jadi segala landasan pikiran kita hendaknya didasarkan pada kehadiran TUHAN yang setia menyertai rumah kehidupan kita.

Refleksi
Mari kita merenung sejenak!

  • Bagaimana kita selama ini menghayati penyertaan TUHAN dalam perjalanan hidup kita? Apakah kita meyakini bahwa di dalam segala harapan dan upaya kita untuk mendapatkan kehidupan yang baik, TUHAN ada menyertai kita?
  • Apa yang menjadi landasan rumah kehidupan kita? Apakah hal-hal yang menyamankan pikiran kita, ataukah kehadiran TUHAN dan yang menyertai pergolakan dan dinamika hidup kita?

 

Tekadku
Ya TUHAN, tolonglah saya agar dapat menghayati penyertaan TUHAN dalam segala harapan dan upaya di setiap perjalanan hidup serta mau bersandar pada TUHAN yang setia akan janji-NYA.

Tindakanku
Pada hari ini, saya akan lebih berani membuat sebuah harapan dan upaya untuk mewujudkan sebuah rumah kehidupan yang lebih baik dalam penyertaan TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«