suplemenGKI.com

Yesaya 62:1-5

 

“Waktu Pemulihan Tuhan Akan Segera Tiba”

Pengantar:
            “Deadline” (batas waktu): Istilah yang biasa dipergunakan untuk memberi peringatan kepada pihak yang harus menyelesaikan tugas dengan segera. Ketika batas waktu sudah hampir tiba, tidak sedikit orang akan menjadi panik, gopoh atau tidak tenang karena harus segera menyelesaikan tugasnya. Kondisi demikian akan mempegaruhi kualitas dan kuantitas yang dihasilkan. Maka agar terhindar dari hal-hal demikian, bijaksanalah dalam menpergunakan kesempatan, supaya ketika deadline tiba tanggungjawab sudah selesai dan hasilnya pun akan  baik. Hari ini, judul perikop bacaan kita adalah “Keselamatan Sion akan datang dengan segera” Mari kita telusuri, pelajaran apa yang hendak disampaikan melalui renungan hari ini.

Pemahaman:

  1. Mengapa penulis menjadikan Sion sebagai alasannya untuk melakukan tindakkan (v. 1-2)
  2. Apakah makna dari pernyataan yang bernada “akibat atau hasil” pada ayat 3-4?
  3. Seperti apakah gambaran Sion yang telah siap menyambut keselamatan? (v. 5)

Sion adalah menunjuk pada kota Yerusalem, kota suci bagi umat Israel karena dalam sejarah di sanalah pernah dibangun Bait Allah yang dihayati sebagai tempat kediaman Allah, maka seringkali Sion disebut juga sebagai kota Allah. Namun dalam perjalanan sejarah, akibat dari ketidaktaatan Israel, maka Allah menghukum mereka dengan memakai penguasa Babel untuk mengangkut mereka ke Babel, termasuk meruntuhkan Bait Allah, sehingga Yerusalem hanya tinggal reruntuhan. Namun Allah tetap mengasihi umat-Nya, sehingga Ia melakukan pemulihan bagi Yerusalem. Kepedulian Allah terhadap umat-Nya digambarkan dalam pernyataan di ayat 1-2 bacaan hari ini. Pemulihan terhadap umat-Nya adalah wujud kasih Allah kepada umta-Nya.

Ketika Allah memulihkan umat-Nya, maka Allah kemudian akan menjadi Allah bagi umat-Nya dan umat Israel akan menjadi umat Allah yang pada gilirannya menyatakan keagungan, kemuliaan dan kedaulatan Allah. Anugerah keselamatan dan pemulihan Allah bagi umat-Nya pada gilirannya akan menunjukkan kepada umat Allah dan dunia bahwa Allah sesungguhnya tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Sehingga hubungan Allah dengan umat-Nya digambarkan seperti hubungan pasangan muda suami-istri yang mesra dan menyenangkan senantiasa. 

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Sejauh mana antusias saudara menyambut dan melibatkan Allah dalam setiap aspek hidup saudara? Itu akan menentukan seberapa rindunya saudara dipulihkan Tuhan.

Tekad:
Ya Tuhan, saya bertekad untuk selalu antusias menyambut dan melibatkan Engkau dalam setiap aspek hidup saya, karena dengan semikian berarti saya siap menyambut pemulihan dari-Mu.

Tindakkan:
Saya akan lebih giat lagi untuk beribadah, melayani dan bersaksi tentang Yesus Sang Juruselamat itu kepada sesama saya, terutama kepada keluarga saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«