suplemenGKI.com

Yesaya 62:1-5

 

Dipulihkan Dan Diangkat Kembali Dari Keterpurukan

 

Pengantar:

            Seorang pelatih sepak bola yang profesional pasti mengharapkan club yang dilatihnya suatu saat akan menjadi juara. Juara adalah harapan yang didambakannya, sekalipun mungkin untuk mencapai juara akan ada banyak kendala yang dihadapi. Namun karena harapan untuk menjadikan timnya juara, maka segala kendala itu bukan suatu alasan baginya untuk berhenti melatih, dia akan maju dan maju sampai harapannya terwujud. 

Pendalaman:
            Yesaya 62, adalah nubuat harapan positif  yang akan dilakukan Tuhan kepada umat-Nya, yaitu janji pemulihan dan pengangkatan terhadap umat-Nya. Dulu mereka adalah umat buangan yang sekian lama ditindas, ditekan dan di rendahkan oleh bangsa-2 di mana mereka dibuang akibat ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Kini mereka adalah umat yang akan dipulihkan, diselamatkan, dikuduskan, dipelihara dan dilindungi oleh  Tuhan.

Janji pemulihan itu disampaikan melalui Yesaya dengan nada penuh sukacita dan pengharapan. Beberapa frasa dari ayat 1-5, “Aku tidak dapat berdiam diri, maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan, engkau akan dinamai yang berkenan kepada Tuhan, dst” Semuanya itu mengindikasi betapa kuat dan mantapnya harapan bagi pemulihan umat Israel oleh Allah. 

Janji harapan itu didasari dengan pernyataan di ayat 5 “demikianlah Dia (Tuhan) yang membangun engkau….” itu menunjukan bahwa pemulihan dan pengangkatan itu hanya terjadi karena kemurahan dan kasih Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan berkenan memulihkan kembali hubungan-Nya dengan umat Israel, diibaratkan seperti pulihnya hubungan sepasang mempelai setelah sekian lama rusak. Israel yang dulu diceraikan oleh Allah karena kedegilan hati mereka, kini kembali dikasihi dan diterima oleh Allah berdasarkan kemurahan-Nya.

Refleksi:
            Sebagai orang yang tidak luput dari dosa, kita juga seperti umat Israel. Seringkali kita menyakiti hati Tuhan melalui perbuatan, perkataan dan sikap kita yang bermuara pada ketidaktaatan kita kepada-Nya. Dampaknya adalah kita terjatuh, terperosok dan menderita, hubungan kita dengan Allah menjadi rusak. Tetapi sebagaimana Allah berinisiatif untuk memulihkan dan mengangkat kembali umat Israel hanya karena kemurahan-Nya, maka Allah yang sama juga akan melakukan pemulihan dan pengangkatan kepada kita berdasarkan kasih dan kemurahan-Nya.

Tekadku:
            Di tengah keadaan kita yang terperosok, menderita dan terpuruk, namun kita tidak bisa menolong diri sendiri, maka tidak ada cara lain agar kita dipulihkan dan diangkat dari penderitaan itu selain kita belajar setia, taat dan menyerahkan hidup seutuhnya kepada pimpinan Tuhan, ketika kita setia, taat dan menyerahkan hidup kepada Tuhan maka pada saat itulah kita sedang belajar mengasihi Tuhan dengan benar.

Tindakanku:
            Mari kita belajar menunjukkan kesetiaan, ketaatan dan penyerahan diri kepada Tuhan dengan meninggalkan segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan dan melakukan segala sesuatu yang memperkenankan hati Tuhan. Maka Dia yang setia dan penuh kasih itu akan mengangkat dan memulihkan keadaan kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*