suplemenGKI.com

Sang Raja Lahir dari Seorang Anak Dara yang Rendah Hati

Mikha 5:2-5

 

Pengantar

Berita-berita tentang tindak kekerasan, ketidakadilan, korupsi, bom bunuh diri, serangan bom balasan, krisis pengungsi, kelaparan, pemerkosaan, pembunuhan terus bermunculan, silih berganti tak kunjung henti, sebagaimana bisa kita ikuti setiap hari melalui layar kaca atau media lainnya. Di tengah situasi dan kondisi seperti itu pula, pada sekitar Abad ke-8 Sebelum Masehi, seorang Nabi Tuhan bernama Mikha menubuatkan lahirnya seorang Raja yang akan memerintah dan menggembalakan Israel. Apa relevansinya buat kita?

Pemahaman

1. Menurut Saudara siapakah yang dimaksudkan oleh Mikha dalam nubuatnya sebagai “seorang yang memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala”? (Ayat 2)

2. Siapa yang akan melahirkan Sang Raja dan apa yang terjadi setelah itu? (Ayat 3)

3. Apa yang akan dilakukan oleh Sang Raja? (Ayat 4 dan 5)

Yang menarik, asal muasal Sang Raja dikatakan sudah ada sejak dahulu dan Ia dilahirkan di sebuah kota terkecil yang tak terpandang melalui seorang perempuan. Penguasa yang ada sejak “dahulu kala” atau “permulaan jaman” tidak lain pastilah Sang Pencipta Langit dan Bumi sendiri. Ia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Alkitab versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), pada ayat ke-3 menyatakan, bahwa TUHAN akan membiarkan umat-Nya dikuasai oleh musuh-musuh mereka sampai wanita yang ditentukan untuk menjadi ibu penguasa itu telah melahirkan Dia. Sesudah itu orang-orang sebangsanya yang berada di pembuangan akan dipersatukan kembali dengan bangsa mereka. Sang Penguasa akan bertindak dan menggembalakan bangsa Israel dengan kekuatan dan kemegahan nama Tuhan. Ia akan mendatangkan kedamaian dan menyelamatkan mereka.

Refleksi

Apakah kita telah siap merendahkan hati kita, seperti Betlehem (kota terkecil), sebagai tempat “kelahiran” bagi Sang Raja yang akan memerintah hidup kita?

Tekad

Aku mau dengan segala kerendahan menyerahkan hatiku kepadaNya agar hidupku dipakaiNya untuk melawan kelaliman dan mendatangkan damai sejahtera.

 

Tindakan

Berani bersikap dan bertindak dalam Nama-Nya untuk melawan segala bentuk kekerasan, penindasan, kejahatan, ketidak adilan, mulai dari yang terjadi di sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*