suplemenGKI.com

YESAYA 56:1

HIDUP SEBAGAI UMAT PILIHAN ALLAH

 

Pengantar
Menjadi umat pilihan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Bangsa Israel dituntut untuk hidup kudus dan mampu menjadi saksi Allah bagi bangsa-bangsa lain. Tanggungjawab yang besar itu sudah seharusnya dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Namun pada kenyataannya yang terjadi justru sebaliknya. Mereka justru hidup dalam dosa. Mereka menindas orang lemah dan tidak mematuhi ketetapan-ketetapan Allah. Kehancuran Yerusalem dan hidup di negeri asing merupakan konsekuensi yang harus diterima. Yang menjadi persoalan adalah setelah kehancuran Yerusalem dan pembuangan ke negeri asing, adakah pertobatan dialami oleh umat pilihan Allah?

Pemahaman

Ayat 1   Peringatan penting apakah yang Yesaya sampaikan kepada bangsa Israel yang akan kembali ke Yerusalem?

Jika membaca kitab Ratapan maka akan mudah mengetahui bagaimanakah perasaan yang dirasakan umat Allah di pembuangan. Hidup terasing dan tanpa kepastian masa depan menghantui kehidupan umat Allah di pembuangan. Namun itulah akibat dari ketidaktaatan. Meski Allah murka, namun Allah sangat mengasihi umat-Nya. Allah yang adil dan menghukum umat-Nya, juga merencanakan pembebasan dan pemulihan. Ketika rencana Allah itu terwujud, umat Allah bersiap untuk kembali ke Yerusalem. Namun komitmen untuk tidak mengulangi apa yang pernah dilakukan dimasa lalu perlu ditegaskan. Yesaya menyampaikan peringatan kepada bangsa Israel yang akan kembali ke Yerusalem agar tidak lagi hidup dalam dosa, namun hidup dalam ketaatan dan hidup menegakkan keadilan.

Belajar dari kesalahan umat Allah dimasa lalu tentu sangat penting untuk dilakukan. Umat Allah di masa kini memiliki tanggungjawab yang sama besar. Allah menghendaki umat dimasa kini untuk hidup dalam ketaatan dan keadilan. Melalui sikap hidup yang demikianlah umat dapat menjadi saksi Allah bagi bangsa lain.

Refleksi
Sudahkah sebagai umat yang telah diselamatkan kita hidup dalam ketaatan ? Adakah selaku gereja kita hidup dalam keadilan ataukah justru menjadi pelaku penindasan dan kesewenang-wenangan?

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami hidup taat. Tolonglah kami untuk tidak berlaku curang dan teguh menegakkan keadilan dalam hidup sehari-hari

Tindakanku
Melakukan hal-hal yang benar sesuai firman Allah. Belajar memiliki kepeduliaan dan kepekaan terhadap sesama yang lemah dan tidak berdaya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«