suplemenGKI.com

Amos 8 : 4 – 7

Allah Menentang Ketidakadilan.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa ketidakadilan di muka bumi ini telah menyengsarakan banyak orang, terutama kaum lemah: Miskin, minoritas, terbelakang dan bodoh. Khususnya di bumi Indonesia, kelompok yang kuat, penguasa, mayoritas dan pintar semakin hari semakin tidak terbendungkan gerak-langkahnya untuk menindas, menguasai, menghambat dan mengebiri kaum yang lemah. Slogan “Hak asasi” sudah tidak dihiraukan lagi. Yang penting demi tujuan untuk kuasa, uang, kedudukan dan pengaruh, yang namanya hak asasi itu sudah tidak berlaku lagi.

Dalam kitab Amos ini kita melihat selain suatu gerakan sosial untuk membela keadilan dan hak asasi bagi kaum yang tertindas, tetapi juga sangat tegas menempatkan Allah sebagai pemilik kehidupan dan pencipta seluruh alam semesta. Sehingga prinsip keadilan dan kebenaran seharusnya didasarkan dan dilandasi oleh eksistensi Allah yang berkuasa tetapi mengayomi semuanya.

Penting bagi kita untuk menelaah seruan firman Allah lewat tulisan Amos ini terhadap orang-orang yang menindas sesamanya dengan tidak adil:

  1. Apa yang ingin dijelaskan melalui seruan di ayat 4 ini?
  2. Apa yang menjadi tujuan dari kelompok orang yang tertung dalam ayat 5-6?
  3. Apa akibat bagi orang yang licik melalui manipulasinya terhadap orang-2 lemah dalam ayat 7?

Renungan:

Kita ingat “Syema Israel” dalam Ul 6:4-5, “Dengarlah hai orang Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatanmu” Prinsip dari seruan dalam Syema Israel dan di Amos 8:4 adalah sama, yaitu bahwa pengakuan kita kepada Allah itu adalah sebagai iman kita yang tidak bisa dikompromikan dengan tujuan hidup yang tidak sesuai dengan iman kita kepada Allah kita. Prinsip pengakuan iman itu harus diimplementasikan dengan sikap, tindakan dan keputusan moral yang bersentuhan langsung dengan sesama yang adalah juga mahluk Allah yang bermartabat, seperti Allah juga mengasihi, menerima dan memelihara semua ciptaan-Nya.

Berangkat dari prinsip demikian, maka sesama manusia harus menjalani hidup dengan tujuan untuk mengakui Allah yang esa dan berkuasa itu melalui penghargaan, perlakuan dan penerimaan terhadap semua kaum, kelompok dan keadaan sesama dengan nilai keadilan dan kasih. Jika ada tujuan hidup kita yang ternyata secara tidak langsung menindas, menyengsarakan dan menghimpit kelompok lain yang lemah, maka itu sama sekali tidak sesuai dengan pengakuan iman kita yang mengaku Allah itu TUHAN yang AKBAR dan ESA. Setiap saat kita mendengar seruan ALLAH AKBAR, ALLAH MAHA ESA, tetapi jika tujuan hidupnya menindas, menginjak dan memanipulasi orang lemah dan minoritas maka itu sebuah kemunafikan. Umat Israel dalam konteks Amos psl 8 ini, sengaja menunggu pergantian musim yang memang umumnya kaum miskin selalu jatuh dalam kekurangan, sehingga berapapun tinggi harga bahan pokok tetap harus dibeli. Pada situasi itu kaum kuat semakin meraja rela menaikkan harga, mengurangi takaran dengan harga yang tinggi demi tujuan keuntungan duniawi semata. Tidak beda dengan di Negara kita, kalau musim hari raya semua harga barang naik, harga tiket naik dan seterusnya. Maka tidak heran makin banyak orang menderita, kekurangan dan implikasiknya kejahatanpun semakin subur. Hati-hati saja perampokan, penodongan dan pencopet berkeliaran di mana-mana!

Tetapi Tuhan dengan tegas mengatakan “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!” setiap ketidakadilan pasti ada ganjarannya, karena ketidakadilan adalah tindakkan memungkiri iman kepada TUHAN YANG AKBAR DAN ESA.

“Biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir, maka tujuan hidupmu akan tercapai dan imanmu akan berbuah”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*