suplemenGKI.com

Keluaran 33:1-10.

 

Tanggalkanlah segala penghalang, maka engkau akan melihat Allah

 

Pengantar:
Dalam sebuah perjalanan wisata ke daerah perbukitan, ada seorang gadis yang selalu memakai kaca mata hitam yang gelap sekali. Ada dua alasannya, pertama: karena ia suka bergaya dengan kaca mata hitamnya, bukan karena matanya minus atau plus. Ke dua: karena gadis itu tidak tahan dengan sinar matahari, sehingga ia harus melindungi matanya dengan kaca mata hitam. Tetapi setelah pulang dari perjalanan wisata itu ia sangat menyesal, karena ternyata ketika melihat foto-foto perbukitan yang diabadikan oleh rekannya, dia baru tahu bahwa dia baru saja meninggalkan sebuah tempat yang sangat indah. Rupanya kaca mata hitamnya telah menghalangi dia untuk melihat dengan jelas keindahan perbukitan itu.

Pemahaman:

  1. Mengapa bangsa Israel dijuluki sebagai bangsa yang tegar tengkuk (3, 5a)?
  2. Mengapa Allah memerintahkan umat Israel untuk menanggalkan perhiasan mereka (5b-6)
  3. Bangsa Israel harus meninggalkan kemah masing-masing agar dapat melihat tiang awan!

Tuhan telah membawa umat Israel keluar dari Mesir dengan sangat ajaib. Tetapi mereka tidak menyadari hal itu, sehingga ketika sedikit mengalami kesulitan dalam perjalanan menuju tanah perjanjian mereka memberontak kepada Tuhan. Mereka juga  membandingkan bahwa di Mesir terasa lebih nyaman dari pada mengikut Tuhan (Kel 16:1-6) Padahal mereka telah dijanjikan oleh Tuhan akan menempati tanah yang melimpah susu dan madunya. Satu-satunya alasan sehingga bangsa Israel tidak bisa memahami janji Tuhan adalah karena sifat tegar-tengkuk mereka. Tegar tengkuk, adalah suatu bahasa kiasan yang menjelaskan betapa keras, kaku, tidak mudah diatur dan bebalnya bangsa Israel. Sifat yang tegar tengkuk itu menunjukkan bahwa mereka merasa memiliki sesuatu yang dibanggakan, diandalkan. Perhiasan adalah barang milik yang berharga yang sering menjadi kebanggaan seseorang. Bangsa Israel merasa bahwa mereka bisa membanggakan Mesir, sebab perhiasan yang mereka pakai adalah hasil dari pemberian orang-orang Mesir ketika mereka keluar dari Mesir (Kel 12:35) Agar mereka tidak membanggakan, mengandalkannya, Tuhan memerintahkan untuk menanggalkan semuanya. Selain itu mereka juga harus keluar dari kemah yang membuat mereka nyaman, baru kemudian bisa melihat kehadiran Tuhan dalam  tiang awan (v.10) “Jika engkau hendak mengalami kehadiran Allah dalam hidupmu, tanggalkanlah segala sesuatu yang menghalangimu!”

Refleksi:
Janganlah pertahankan banggakan, pengandalan, kenyamanan sementara, karena itu akan menghalangi engkau untuk berjumpa dengan Allah.

Tekad:
Tuhan, ajarlah agar aku hanya membanggakan, mengandalkan Engkau saja dalam hidupku, sehingga aku dapat terus merasakan kenyaman batin yang sejati di dalam Engkau.

Tindakan:
Aku akan senantiasa menjadikan Tuhan suatu kebanggaan, pengandalan dalam hidupku, karena hanya di dalam Tuhan ada kenyamanan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«