suplemenGKI.com

Zefanya 1:7-13

Peringatan akan Hari Tuhan

 

Pengantar
Ketika suatu daerah dekat pantai terjadi gempa yang besar dan berpotensi tsunami, maka akan ada sirine yang berbunyi sebagai peringatan agar masyarakat tinggal mendekat ke pantai. Atau bahkan harus segera mengungsikan diri ke dataran yang lebih tinggi. Sebuah peringatan diberikan agar ada antisipasi. Demikian pula ketika kita memahami peringatan yang diberikan Allah melalui nabi Zefanya ini. 

Pemahaman

Ayat 7             : Apa yang seharusnya dilakukan orang percaya menjelang hari Tuhan?

Ayat 8-9, 12    : Siapa yang akan dihukum Allah pada hari perjamuan korban TUHAN?

Ayat 10-11, 13: Apa yang terjadi ketika hukuman Allah itu turun atas mereka?

Kitab ini ditulis dalam keadaan masyarakat Yehuda yang telah berbelok hatinya dari Tuhan. Sehinggga nubuatan yang ditulis menjadi suatu berita penghukuman bagi Yehuda. Hukuman yang akan datang menjadi peringatan agar umat Allah mau berdiam diri dekat Allah, dan berhenti dari praktik hidup yang tidak sesuai mau Allah. Pada hari itu akan ada hukuman bagi para pemuka, anak-anak raja, dan mereka yang memakai pakaian asing. Juga bagi orang-orang yang hidup dengan kekerasan dan penipuan. Mereka adalah umat Allah, namun hidup mereka justru tidak sesuai dengan hukum Allah. Sebab mereka mengadopsi kehidupan umat yang tidak percaya Allah, bahkan membawa praktik hidup yang jahat itu ke dalam rumah Allah (ay. 9). Maka akan terdengar teriak dan ratapan karena hukuman Allah ini. Allah akan menggeledah Yerusalem dengan memakai obor (ay. 12), berarti penggeledahan yang teliti, sehingga tidak ada yang terlewatkan. Mereka yang telah mengental seperti anggur di atas endapan merupakan gambaran umat yang merasa aman dengan posisinya. Sehingga menganggap bahwa Allah tidak memiliki peran apa pun dalam hidupnya. Itulah mengapa mereka berkata, “Tuhan tidak berbuat baik dan tidak berbuat jahat!” Oleh sebab murka Allah, maka mereka tidak akan hidup dengan nyaman. Segala usaha mereka sia-sia dan tidak dapat dinikmati (ay. 13).

Nubuat ini ternyata juga ditujukan sebagai peringatan akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya nanti. Umat Allah diingatkan agar menjaga hidupnya. Sehingga hidupnya sungguh adalah hidup yang berkenan di hadapan Allah. Sebab Ia tidak tinggal diam jika melihat orang yang hidupnya tidak sesuai firman Allah. Status orang percaya tidak menjamin, namun praktik hidup yang benarlah yang menjadi bukti kongkret dari iman Kristen. 

Refleksi
Mari merenungkan: sudahkah hidupku sungguh sesuai dengan perintah Allah atau tidak? 

Tekadku
Tuhan tolonglah agar aku hidup sesuai dengan hukum Allah, dan tidak mencampur kehidupanku dengan praktik hidup yang bertentangan dengan firman Tuhan. 

Tindakanku
Aku mau melakukan firman Tuhan di dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*