suplemenGKI.com

Senin, 13 Mei 2019

12/05/2019

KABAR BAIK BAGI BANGSA LAIN (bagian 1)

Kisah Para Rasul 11:1-3

 

Pengantar
Sebagai umat yang telah diselamatkan, maka kita harus bersyukur dan memuliakan nama-Nya melalui kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan dengan mempersaksikan Kristus melalui perbuatan dan tutur kata kita. Bahkan tak jarang bila ada orang lain yang menerima Yesus sebagai Juruselamat melalui kesaksian hidup kita. Saudara, Petrus adalah salah seorang murid Yesus yang mana di kemudian hari ia melanjutkan karya-Nya untuk memberitakan kabar keselamatan. Suatu ketika ia memberitakan tentang Yesus kepada Kornelius. Hingga pada akhirnya Kornelius dan keluarganya percaya dan dibaptis ( Kisah Para Rasul 10 ). Namun apa yang dilakukan oleh Petrus menimbulkan pertentangan. Pertentangan apakah yang dialami oleh Petrus? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1             : Apa yang terjadi setelah Petrus membaptis Kornelius dan keluarganya?
  • Ayat 2-3         : Siapakah yang mempermasalahkan baptisan yang dilakukan oleh Petrus kepada Kornelius? Mengapa mereka melakukannya?

Kisah Para Rasul 11:1-18 dilatarbelakangi oleh cerita tentang Petrus membaptis Kornelius dan seluruh keluarganya (Kisah Para Rasul 10). Lalu, siapakah Kornelius itu? Mengapa Petrus menceritakan tentang Yesus kepadanya?

Kornelius adalah seorang perwira pasukan Italia. Ia dan seisi rumahnya adalah orang-orang yang saleh dan takut akan Allah, memberi banyak sedekah pada orang Yahudi, dan senantiasa berdoa kepada Allah (lihat Kisah Para Rasul 10:1-2). Petrus memberitakan firman Allah kepada Kornelius, yang mana ia telah mendapatkan penglihatan terlebih dahulu. Ketika Petrus menceritakan tentang Yesus, maka Kornelius dan keluarganya menjadi percaya lalu dibaptis. Tetapi apa yang dilakukan oleh Petrus tersebut didengar oleh rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea, bahwa bangsa lain pun telah mendengar dan menerima Firman Allah, yakni Injil Yesus Kristus ( v. 1 ).

Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih dengannya dan mempertentangkan apa yang telah dilakukan oleh Petrus ( v. 2-3 ). “Orang-orang dari golongan yang bersunat”adalah orang Yahudi yang telah bertobat dan menjadi Kristen, tetapi sangat fanatik terhadap sunat. Mereka menganggap apa yang dilakukan Petrus sebagai sebuah kesalahan karena telah duduk dan makan bersama dengan orang-orang yang tak segolongan. Mereka memegang teguh suatu kebiasaan bahwa orang Yahudi dilarang bergaul dengan orang-orang non Yahudi. Jika kita melihat di ayat-ayat selanjutnya, Petrus tidak gegabah dengan apa yang terjadi. Ia tetap rendah hati dan pada akhirnya memberikan pertanggungjawaban tentang baptisan Kornelius.  Petrus memberitakan Firman Allah kepada semua bangsa tanpa memberikan perbedaan.

Refleksi
Pandanglah sejenak Alkitab yang saudara miliki.  Alkitab adalah Firman Allah yang menuntun kita untuk hidup seturut Firman-Nya. Firman Allah harus diberitakan kepada semua orang agar mereka memahami betapa besar kasih Allah yang menolong mereka. Renungkanlah: kepada siapa sajakah saudara telah membagikan Firman Allah? Bagaimanakah respon saudara ketika mengalami penolakan ketika membagikan Firman Allah itu?

Tekad
Tuhan, ajarku untuk tetap setia dan teguh di dalam memberitakan Firman Allah, yakni berita keselamatan melalui kehidupan sehari-hari, agar orang lain turut merasakan kasih dan kebaikan-Mu.

Tindakan
Hari ini aku akan meluangkan waktu untuk memberitakan Firman Tuhan dengan cara menceritakan kasih dan kebaikan Tuhan kepada saudara seiman atau tetangga yang belum percaya kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«