suplemenGKI.com

Senin, 13 Mei 2013

12/05/2013

Kisah Para Rasul 2:1 – 14

DIPENUHI ROH KUDUS

Pengantar
Bayangkan, misalnya di sebuah gereja sederhana, tiba-tiba jemaatnya bisa berbahasa Jerman, Inggris, Perancis, Mandarin, Vietnam, jepang, Korea, Spanyol, Italia dan lain lain. Betapa mencengangkan! Extravaganza! Begitulah kurang lebih yang dialami oleh para murid Yesus. Setelah kenaikan Yesus ke surga, mereka mengalami kepenuhan Roh Kudus. Diawali dengan bunyi tiupan angin keras dan lidah-lidah api yang menghinggapi mereka semua tanpa terkecuali.  Karena kepenuhan Roh Kudus itulah mereka lalu dapat berbicara dalam bahasa-bahasa lain.

Pemahaman :

  1. Apa yang sebenarnya terjadi pada hari Pentakosta ? [ayat 1-4]
  2. Sebagai gambaran apakah karya Roh Kudus pada hari Pentakosta? [ayat 5-11]
  3. Bagaimana respon para murid ketika menerima kuasa, saat Roh Kudus turun ke atas mereka? [ayat 12-13]

Hari Pentakosta merupakan hari raya terbesar kedua dalam tarikh Yahudi. Peristiwa ini merupakan perayaan penuaian setelah panen gandum ketika hulu hasil dipersembahkan kepada Allah (Im 23:17).  Pentakosta di Perjanjian Baru, dipahami sebagai pencurahan Roh Kudus yang berlangsung pada hari kelima puluh setelah kebangkitan Yesus. Fenomena kehadiran Roh Kudus dalam Kisah Para Rasul, membuat Para Rasul dapat berkata-kata dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh orang-orang yang mendengarkan waktu itu (ay. 6-7).

Karya Roh Kudus ini adalah sebuah penggenapan janji Yesus (Kis 1:8), sekaligus titik awal pekabaran Injil kepada bangsa-bangsa yang disampaikan dalam bahasa yang dapat diterima dan dipahami mereka. Kuasa berbicara dalam karunia Roh dipahami dalam bentuk bahasa yang dimengerti oleh yang mendengarkan. Karunia berbahasa Roh  ini adalah pemberian Allah yang dimaksudkan untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (ayat 11).  Dari sini jelas bagi kita bahwa karya Roh Kudus bermuara pada pemuliaan Allah. Jadi, adalah salah bila kita beranggapan bahwa karunia dan kepenuhan Roh Kudus terjadi untuk menunjukkan pencapaian rohani seseorang, atau untuk menggarisbawahi tingkat kehidupan rohani seseorang. Lebih salah lagi, bila dipakai untuk menghakimi orang lain. Alih-alih terpusat pada diri sendiri, kepenuhan Roh Kudus terutama harus terpusat pada tindakan memuliakan Allah, seperti yang terjadi pada murid Yesus.

Para Rasul dengan kuasa Roh Kudus, dipenuhi kerinduan untuk memberitakan Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan, menuntun orang lain kepada pertobatan dan iman kepada Kristus. Mereka diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi, yang menyanggupkan mereka bersaksi untuk Kristus, menginsafkan orang akan dosa, kebenaran dan penghakiman Allah sehingga mereka berbalik dari dosa kepada keselamatan dalam Kristus.

Refleksi
Bagaimana kita sebagai orang percaya, dan yang telah menerima kuasa, melanjutkan karya Kristus dalam dunia ini? Bagaimana kita mengasah kepekaan terhadap kuasa dan penyertaan Roh Kudus dalam sepanjang hidup kita, untuk terus melakukan dan mengajarkan hal-hal yang  “sama”, yang dikerjakan dan diajarkan Yesus ?

Tekadku
Ya Tuhan tolonglah saya untuk belajar  bersaksi kepada orang lain melalui perkataan dan tindakan, yang mencerminkan kasih Allah dan karya Kristus dalam hidup saya

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan bersaksi tentang Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«