suplemenGKI.com

Senin, 13 Juli 2020

12/07/2020

Yesaya 44:1-5

KESETIAAN TUHAN

PENGANTAR
Hubungan kita dengan Tuhan tidak selalu berjalan dengan mulus. Ada banyak hal yang dapat membuat kita tidak setia kepada Tuhan. Sebagian dari kita masih enggan membuang dosa kita, meskipun kita tahu bahwa hal itu mengganggu hubungan kita dengan Tuhan. Sebagian dari kita memperlakukan Tuhan hanya sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan kita. Sebagian dari kita tidak dengan sungguh-sungguh membangun dan memelihara hubungan kita dengan Tuhan karena tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang penting. Untunglah bahwa hubungan kita dengan Tuhan tidak terutama bergantung pada kesetiaan kita kepada-Nya, melainkan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-2.     Sebutan/panggilan apa sajakah yang digunakan Tuhan untuk menyapa umat-Nya? Mengapa Tuhan menggunakan sebutan/panggilan tersebut?
  • Ay. 3-5.     Tuhan berjanji untuk mencurahkan berkat-Nya kepada mereka. Apa wujud berkat yang akan mereka terima, dan bagaimana cara Tuhan memberikannya?

Firman Tuhan dalam bacaan kita hari ini disampaikan setelah memberikan teguran keras kepada umat-Nya karena mereka telah meninggalkan Tuhan dan tidak beribadah lagi kepada-Nya (lihat perikop sebelumnya, 43:22-28). Namun demikian, dalam bacaan hari ini kita tidak lagi menemukan teguran atau hukuman bagi mereka. Justru sebaliknya, Tuhan menegaskan kesetiaan-Nya kepada mereka. Karena itulah, firman Tuhan diawali dengan: “Tetapi sekarang, …” (ay. 1). Tuhan menegaskan bahwa bagaimanapun keadaan mereka, Tuhanlah yang telah memilih mereka menjadi hamba-Nya (ay. 1b). Patut diperhatikan bahwa Tuhan memanggil mereka “Yesyurun” (ay. 2) yang berarti “yang lurus”, secara bergantian dengan sebutan “Yakub” yang berarti “penipu” (Kej. 27:36; 32:28). Kombinasi ini digunakan dengan secara sengaja untuk menegaskan bahwa meskipun mereka adalah orang-orang berdosa namun Tuhan tidak pernah berhenti memanggil dan menolong mereka untuk hidup dalam kebenaran.

Di ayat 3 Tuhan berjanji akan memberkati mereka dengan cara yang ajaib dan dalam jumlah yang melimpah. Namun, janji berkat di ayat 3a harus dibaca secara utuh bersama ayat 3b. Dalam PL, banyaknya keturunan sering digunakan sebagai tanda berkat Tuhan (lihat Kej 15: 5; 127: 3-5). Namun, keturunan dan anak cucu di ayat 3b adalah orang-orang di mana Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya. Lebih dari berkat-berkat jasmani/materi, Tuhan akan memberikan berkat rohani kepada keturunan mereka. Mereka akan mengalami pertumbuhan rohani (ay. 4) dan hidup dalam komitmen/kesetiaan kepada Tuhan (ay. 5).

REFLEKSI
Seperti apa pun keadaan kerohanian kita, Tuhan tetap setiap memperlakukan kita sebagai umat pilihan-Nya.

TEKADKU
Tuhan, kiranya kesetiaan-Mu kepada umat-Mu memotivasi aku untuk lebih setia kepada-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan menulis berbagai hal yang masih sering mengganggu hubunganku dengan Tuhan dan selama seminggu ke depan akan mulai berdoa agar Tuhan menolong aku untuk mengatasi semua gangguan tersebut.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«