suplemenGKI.com

Senin, 13 Juli 2015

12/07/2015

2 Samuel 7:1-8; 13-16

ALLAH BERJANJI

 

PENGANTAR
Apa yang menjadi jaminan bahwa sesuatu yang di depan pasti terjadi?  Atau apa yang menjadikan kekuatiran akan berubah menjadi ketenangan dan kepastian?  Jawabannya, “janji”.  Sebab di dalam janji ada harapan, yaitu keinginan yang hendak dicapai.  Tentunya yang dimaksud bukan sembarang janji.  Bacaan hari ini menceritakan janji Allah kepada Daud.

PEMAHAMAN

Ayat 1-2          :  Bagaimana situasi kerajaan Daud dan apa yang menjadi
kerinduannya?

Ayat 4-7          :  Apa inti firman yang disampaikan Allah melalui nabi Natan?

Ayat 12-16      :  Apa janji Allah tentang Daud dan keturunannya?

Apa janji Allah bagi kehidupan anda?Bagaimana Allah menepatinya dalam hidup anda?

Janji merupakan ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu.  Misalnya menolong atau memberi.  Wajar bila kemudian janji dikaitkan dengan kata “harapan” sebagai ungkapan tentang sesuatu yang ingin dicapai/diraih melalui janji tersebut.  Perikop ini diawali dengan kegelisahan Daud yang berencana membangun rumah bagi Allah.  Daud gelisah sebab, dirinya tinggal di rumah beratap kayu pohon aras, sementara tabut Allah yang merepresentasikan kehadiranNya masih di bawah tenda.  Nabi Natan juga setuju dengan rencana tersebut.  Apalagi situasi kerajaan sedang dalam keadaan baik dan aman (ay. 1-3).  Bagi Daud inilah saatnya mewujudkan rumah itu bagi Allah.  Allah bukan tidak setuju atas rencana tersebut.  Bahkan Allah mengapresiasi kerinduan Daud dengan mengutus nabi Natan berbicara kepadanya.  Melalui Natan Allah menyatakan bahwa sejak semula Ia berencana membangun rumah bagi-Nya.  Hanya saja bukan di masa kepemimpinan Daud.

Allah menegaskan, “engkau telah mendapat perhentian . . . Aku akan membangkitkan keturunanmu . . . dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.  Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKU” (ay. 12-13).  Dengan kata lain, Allah hendak mewujudkan kerinduan Daud melalui janji-Nya kepada keturunannya.  Justru di sinilah kekuatan janji dan kesetiaan Allah bagi Daud.  Mungkin tidak mudah bagi Daud menerima kabar ini, tetapi justru di waktu yang sama, Daud dikuatkan melalui  kepastian dan jaminan bahwa bukan melalui keturunan-Nya saja rumah itu akan terwujud, tetapi juga bahwa Allah berjanji menjaga kehidupan keluarganya, “keluarga dan kerajaanmu akan kokoh” (ay. 15).  Janji Allah inilah yang menjadikan Daud legowo menerima rencana tersebut.  Allah yang berjanji, Dia pula yang akan menjaga dan menggenapi janji tersebut, “kokoh untuk selama-lamanya” (ay.16).

Allah senantiasa punya cara untuk memelihara kehidupan kita.  Kebenaran ini bukan sekadar janji, tapi juga bukti.  Allah berkenan mewujudkan janji penyertaan dan pemeliharaan-Nya dengan cara yang unik.  Panggilan kita adalah untuk mempercayai bahwa Allah adalah pribadi yang setia pada janji-Nya.  Menurut waktu dan cara-Nya, Allah akan menggenapkan janji tersebut dalam kehidupan kita.

REFLEKSI
Mari berdiam diri sejenak dalam keheningan diri!  Merenungkan: adakah hari ini kita terus mempercayai Allah dan janji pemeliharaan-Nya atas diri dan keluarga kita?

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar selalu ingat bahwa tidak ada alasan bagiku untuk tidak mempercayai Allah dan janji pemeliharaan-Nya dalam hidupku.

TINDAKANKU
Aku mau mewujudkan kepercayaanku akan Allah dan janji pemeliharaan-Nya melalui sikap hidup dan pelayanan yang terbaik di hadapan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«