suplemenGKI.com

Bacaan : YESAYA 49: 1 – 7

MAKNA SEBUAH PANGGILAN

 

Pengantar
Tujuan hidup kita sebagai orang percaya, tidak dapat dilepaskan dari pemaknaan kita tentang Allah. Ia adalah Tuhan yang kita yakini, ikuti dan kita sembah. Tuhan adalah tempat berlindung, sumber kekuatan, pengharapan dan keselamatan. Oleh karena itu kita dipanggilNya untuk menjadikan Allah sebagai tujuan hidup orang-orang percaya.

 Pemahaman

  1. Tuhan menjadikan Yesaya sebagai hambaNya Mengapa demikian (ayat 1-3)
  2. Apa yang dikeluhkan Yesaya terhadap panggilannya (4)
  3. Bagaimana perasaan Yesaya dalam menjalani panggilannya (5-7)

Tuhan menyatakan bahwa Yesaya adalah hambaNya (ayat 3), Ia dipanggil menjadi hamba Tuhan yang diutus sebagai pembaharu mulai dari umat Israel dan bagi segala bangsa, dan sudah barang tentu panggilan itu bukanlah tugas yang ringan tetapi justru merupakan tugas yang berat yang harus dikerjakan dengan penuh suka cita dan tanggung jawab. Sepintas Yesaya mengeluh terhadap panggilannya (ayat 4), sebagai seorang utusan, ia sering berhadapan dengan situasi-situasi yang sulit. Berbagai cara dilakukan untuk menjalankan panggilan itu tetapi di dalamnya  banyak upaya yang terasa sia-sia dan tak berguna.

Namun ketika Yesaya kembali pada pemaknaan hidup dan panggilannya, sekalipun ia mengalami banyak hal yang terasa berat dan seperti tak berguna, Yesaya tetap merasakan penyertaan Tuhan. Tuhan menjamin haknya sebagai seorang utusan. Jaminan itu diwujudkan dengan menjadikan diriNya sendiri sebagai upah bagi Yesaya.

Disinilah Yesaya merasa bahagia, bangga dan penuh harapan sebab Tuhan sendiri yang menjadi hadiah terbesar baginya.

Oleh karena itu, Yesaya kembali menunjukkan semangat atas pengutusan Tuhan.  Ia akan menjadi pemersatu dan pembaharu bagi umat Tuhan dan menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan Tuhan sampai ke ujung bumi.

Pemaknaan panggilan Yesaya menjadi cerminan bagi setiap orang percaya untuk menjalani tugas pelayanan dengan penuh suka cita dan semangat, walaupun kita sering berhadapan dengan situasi-situasi yang sulit dan tidak enak namun Tuhan menjamin akan menyertai kita. Betapa bahagianya kita! Amin.

REFLEKSI
Bahagiakah saudara menjadi orang yang dipanggil Tuhan menjadi hambaNya?

Walaupun saudara sering menghadapi situasi sulit dalam menjalankan Tugas panggilan Tuhan, masih adakah suka cita dalam melayani?  Mari kita jawab dengan jujur sebagai refleksi kita!

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah hambamu, dalam menjalankan tugas panggilan Tuhan dengan hati penuh suka cita, walaupun harus menghadapi banyak kesulitan.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan menjalani tugas panggilan Tuhan, dalam kata dan tindakan menjadi pembaharu kehidupan umat Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*