suplemenGKI.com

IMAMAT 19:1-2

HIDUP KUDUS

 

Pengantar

Menjadi bangsa yang bebas merdeka tentu menjadi harapan dan cita-cita semua bangsa didunia. Tidak ada bangsa manapun yang mau hidup dibawah perbudakan bangsa lain. Israel menjadi bangsa yang bebas setelah keluar dari Mesir. Mereka tidak lagi berada dibawah perbudakan bangsa Mesir. Setelah mereka bebas, Allah menyampaikan ketetapan-ketetapan yang harus dilakukan oleh bangsa Israel. Hal itu dilakukan agar bangsa Israel hidup kudus dan berkenan dihadapan Allah.

Pemahaman

Ayat 1-2     Perintah apa yang Allah sampaikan kepada bangsa Israel melalui Musa?

Kata Kudus dalam Imamat 19:2 menggunakan kata Ibrani Qadosy yang berarti terpisah atau dikhususkan. Kata ini digunakan dalam Imamat 19:2 untuk menunjuk pada tindakan Allah yang memisahkan atau membedakan umat-Nya dari bangsa lain untuk maksud dan tujuan tertentu. Jadi ketika Allah melalui Musa memerintahkan kepada Israel agar mereka hidup dalam kekudusan, itu dikarenakan Allah secara khusus telah menetapkan mereka sebagai bangsa pilihan untuk melaksanakan rencana Allah. Apakah rencana Allah itu? Tentunya Allah menghendaki agar Israel bisa menjadi saksi Allah bagi bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Allah.

Hidup kudus merupakan kehendak Allah kepada umat-Nya. Allah telah memilih dan menetapkan umat menjadi bangsa pilihan. Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan. Allah menghendaki agar kehidupan umat Allah mencerminkan sikap hidup yang benar. Sebab jika sikap hidup umat Allah sama dengan bangsa lain yang tidak mengenal Allah maka rencana Allah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia tidak akan tercapai.

Menjadi pertanyaan bagi setiap umat Allah dimasa sekarang adalah: apakah umat telah hidup kudus seperti yang dikehendaki Allah? Sudahkah sikap hidup umat saat ini mencerminkan sikap hidup yang benar? Tidak selayaknya umat Allah terlena pada godaan dunia dan membiarkan dirinya disesatkan. Tanggungjawab besar telah dipercayakan Allah, yakni menjadi saksi-saksi-Nya bagi dunia agar makin banyak orang diselamatkan.

Refleksi

Sudahkah kita hidup kudus dihadapan Allah?

Tekadku

Ya Bapa, ampunilah kami jika selama ini kami hidup tidak berkenan dihadapan-Mu. Ampuni kami oleh karena kami gagal menjadi saksi-Mu bagi dunia ini. Mampukan kami hidup dalam kekudusan agar kehadiran kami menjadi kesaksian bagi sesama kami

Tindakanku

Berusaha mengendalikan diri dari hal-hal yang negatif dan tidak berkenan dihadapan Allah. Terus tekun dalam doa dan mempelajari firman Allah

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*