suplemenGKI.com
Bertobat

Bertobat

Yoel 2:1-17

Seruan Untuk Bertobat

Nabi Yoel mengajak bangsa Yehuda untuk bertobat dihadapan Tuhan, karena umatNya telah menyimpang dari jalan-jalanNya. Nabi Yoel berharap di Yehuda terjadi pertobatan besar-besaran sehingga Tuhan mau mengampuni dosa bangsa Yehuda.

  1. Apa yang menjadi alasan bagi nabi Yoel untuk menyerukan pertobatan bagi bangsa Yehuda?
  2. Apa yang telah Tuhan lakukan untuk mengingatkan bangsa Yehuda yang telah jauh dari Tuhan?
  3. Sikap-sikap yang bagaimanakah yang seharusnya diambil oleh bangsa Yehuda?
  4. Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari bacaan di atas?

 

Renungan:

Nabi Yoel telah melihat bahwa bangsa Yehuda telah jauh dari Tuhan, mereka masih menyembah berhala dengan cara menyembah patung-patung dan hidup dalam keegoisan yang besar, pusat kehidupannya hanyalah diri sendiri. Mereka sudah tidak mengindahkan Tuhan lagi, namun Tuhan masih ingin mereka kembali lagi ke jalan yang benar.

Untuk membuat mereka kembali ke jalan yang benar, Tuhan memberikan tulah belalang yang sangat dahsyat. Hama belalang yang menyerang mereka sangat besar dan membuat hasil tanaman maupun hasil kebun tidak ada yang dapat diselamatkan, semua habis dimakan oleh belalang tersebut. Dampak dari hama belalang ini terjadi kelaparan yang besar bagi bangsa Yehuda, demikian juga banyak hewan yang tidak mendapat makan dan akhirnya banyak yang mati.

Bencana yang besar ini membuat mereka sadar, bahwa Tuhan telah bertindak dengan caraNya yang luar biasa. Tuhan juga mengutus nabi Yoel untuk mengingatkan keadaan dan kondisi bangsa Yehuda di hadapan Tuhan.

Maka nabi Yoel menyerukan pertobatan bagi bangsa Yehuda mengingat betapa besar bencana yang telah terjadi. Yoel menyerukan mulai dari para tua-tua sampai para petani untuk bertobat, mereka yang sedang mabuk di harapkan segera sadar dan meratapi dirinya. Yoel menganjurkan untuk mereka menyesali dosa-dosa mereka, berteriak minta pengampunan dari Tuhan dan berpuasa.

Yoel mengharapkan bangsa Yehuda segera berbalik kepada Tuhan, berbalik dengan segenap hati, bukan hanya secara formalitas saja.

Bagi bangsa Yehuda pertobatan sangat diperlukan, karena mereka telah jauh dari Tuhan dan bahkan menyimpang dari Tuhan. Bagaimana dengan pertobatan kita? Perlukah kita bertobat?

Kita dapat berkata bahwa kita tidak menyembah berhala, patung-patung berhala tidak ada di rumah kita. Kita juga berkata bahwa kita masih terus ke gereja, bahkan aktif dengan semua kegiatan pelayanan yang ada.

Bersyukur kalau keadaan dan kondisi kita baik. Untuk berefleksi diri mari kita mencoba memeriksa diri kita masing-masing, apakah saya masih mempunyai hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan? Sudahkah saya terus menerus mencari kehendak Tuhan di dalam kehidupan saya? Berapa banyak waktu yang saya sudah gunakan untuk Tuhan? Marilah kita senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga hidup kita semakin indah dihadapanNya. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*