suplemenGKI.com

Yesaya 11:1-9

 

“Sang Raja Damai Yang Seutuhnya”

Pengantar:
Sejak merebaknya bencana pandemi Covid-19 yang mengglobal, seluruh dunia mengalami keterpurukan hampir di semua lini kehidupan. Setiap hari keadaan tampil dengan suasana memang hidup tetapi seperti bukan hidup. Terdengar suara getir, jeritan, tangisan, keluhan sampai pada rintihan menyayat hati terus menghiasi sekitar kita. Keadaam itu menggugah setiap elemen mulai dari skala kecil sampai skala global berderap bersama berjuang dengan segala daya upaya untuk keluar dari keterpurukan itu. Puji Tuhan sedikit demi sedikit keadaan mulai berangsur membaik. Salah satu barometer keadaan mulai membaik ketika roda kehidupan mulai kembali berjalan sekalipun masih tertatih-tatih. Kita semua berharap akan hadir suasana damai yang utuh, siapakah yang dapat menghadirkannya bagi kita?

Pemahaman:

  1. Apa yang melatar belakangi pernyataan penulis Kitab Yesaya 11 mulai dari ayat 1-5?
  2. Suasana apa yang ingin digambarkan melalui pernyataan dari ayat 6-9?
  3. Apa yang bisa kita hayati dari ayat 10 sebagai penutup perikop Yesaya 11 ini?

Kitab Yesaya 10:27b-32, menggambarkan bahwa umat Allah sedang dalam suasana kegentaran dan ketakutan akibat serangan musuhnya, hal itu membuat mereka mengalami keterpurukan hidup. Namun bagi umat Allah yang tetap berharap dan setia kepada-Nya, Allah akan bertindak untuk menolong mereka. Allah menjanjikan pembelaan kepada umat-Nya seperti yang terungkap dalam Yesaya 10:24-27a dan ayat 33-34. Janji pembelaan Allah itu diwujudkan melalui Sang Raja Damai yang akan datang dari garis keturunan Isai yang tidak lain mengacu pada Tuhan Yesus Kristus (11:1-5). Dialah yang akan hadir untuk menganugerahkan kedamaian sejati, bukan saja bagi umat Israel dalam kontek bacaan hari ini tetapi juga bagi seluruh umat manusia yang percaya kepada-Nya. Kehadiran Sang Raja Damai itu akan menganugerahkan kedamaian sejati, seperti yang digambarkan dalam ayat 6-9 di mana semua makhluk hidup dalam suasana rukun, saling peduli dan tak ada permusuhan, itulah suasana kedamaian yang seutuhnya, sempurna dan penuh keindahan. Ayat 10 merupakan sebuah pernyataan awal yang  memproklamirkan bahwa kehadiran Sang Raja Damai itu akan bertindak sebagai Raja di atas segala raja yang memerintah bangsa-bangsa dengan kasih dan kewibawaan dari pada-Nyalah kemuliaan kekal selama-lamanya.

Refleksi:
Saudara-saudara, apakah engkau merasa hidupmu penuh dengan kegentaran, kegetiran dan ketakutan, sehingga seakan tidak ada kedamaian dalam hidupmu? Jangan takut karena Sang Raja damai sedang datang dalam hidupmu, sambutlah Dia dengan penuh pengharapan.

Tekadku:
Ya Tuhan Yesus, sekalipun dunia saat ini telah membuat saya mengalami keterpurukan, namun Engkau sedang datang untuk memulihkan hidupku dengan kedamaian-Mu yang sejati.

Tindakkanku:
Saya percaya bahwa suasana dunia yang penuh dengan ketidakdamaian ini hanya sementara karena kedamaian sejati di dalam Tuhan Yesus Kristus akan segera datang, oleh sebab itu marilah kita menantikan Dia dengan penuh ketekunan dan pengharapan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*