suplemenGKI.com

Bacaan Yesaya 7: 10-25

Janganlah Takut!

Dalam bacaan ini, kita mengetahui bahwa kerajaan Yehuda dibawah pemerintahan raja Ahas diserang oleh pasukan sekutu kerajaan Aram dan Israel. Tentunya hal ini membuat raja Ahas dan rakyatnya gentar dan bahkan takut, apalagi pasukan lawan lebih kuat dan banyak jumlahnya.

1.      Apa yang dilakukan oleh nabi Yesaya kepada raja Ahas?

2.      Apa yang dilakukan oleh raja Ahas ketika mendengar perkataan nabi Yesaya?

3.      Apa yang kita pelajari dalam hal ini?

Renungan:

Kegentaran dan ketakutan raja Ahas serta kerajaan Yehuda, membuat raja Ahas bigung menghadapi situasi yang sedang genting ini, karena kerajaan Yehuda akan diserang oleh kerajaan Israel dan Aram. Yehuda benar-benar terpojok,karena kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan 2 kerajaan tersebut.

Ditengah-tengah kekalutan ini, nabi Yesaya datang memberikan penghiburan dan kekuatan bagi raja dan rakyat Yehuda dengan berkata: teguhkan hatimu dan tinggallah tenang, jangan takut dan janganlah hatimu kecut. Perkataan ini bagaikan air yang disiram pada tanah yang tandus, dan menyegarkan tanah tersebut. Bahkan yang membuat rakyat Yehuda senang adalah perkataan bahwa 2 kerajaan tersebut bagaikan puntung kayu api yang berasap (ay 4). Artinya bahwa 2 kejaan tersebut tidak ada apa-apanya karena kerajaan Yehuda disertai oleh Tuhan.

Seharusnya raja Ahas menjadi senang dengan berita yang disampaikan oleh nabi Yesaya, namun raja Ahas justru kurang mempercayainya, sampai-sampai nabi Yesaya meminta raja Ahas untuk berdoa dan minta tanda dari Tuhan. Namun raja Ahas menolaknya dengan alasan bahwa ia tidak ingin mencobai Tuhan. Bagi raja Ahas sulit sekali dalam keadaan yang sudah diujung kehancuran ini untuk mengandalkan Tuhan sebagai penolongnya. Bagi raja Ahas,pengalamannya sebagai raja yang selalu mengandalkan kekuatan kereta berkudanya menjadi acuan untuk dia berpikir. Dan akhirnya raja Ahas lebih percaya kepada pertolongan manusia atau bangsa lain yang lebih besar dari pada mengandalkan Tuhan (lihat II Raj 16).

Kelakukan raja Ahas bisa saja terjadi didalam kehidupan kita, ketika permasalahan hidup mulai muncul dan pertolongan Tuhan seakan-akan tidak datang, maka kita bisa tergoda untuk mengandalkan yang lain: orang yang dianggap”pinter”, orang yang lebih berkuasa, orang yang lebih kaya, pengalaman kita dll. Tuhan ingin mengajarkan kita untuk mengandalkan Dia sebagai penolong satu-satunya yang abadi di dunia ini. Tuhan ingin kita tidak takut dan gentar menghadapi dan menjalani hidup ini. Tuhan menginginkan kita untuk tinggal diam dalam naungan sayapNya, dan menantikan pertolonganNya.

Kita akan menjadi orang yang tidak takut menjalani hidup di dunia ini

Karena kita tahu dan mengenal Tuhan yang kita andalkan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*