suplemenGKI.com

Senin, 13 April 2015

12/04/2015

Dengan KuasaNya, Yang Lumpuh Dibangkitkan

Kisah Para Rasul 3:1-10

Pengantar

Apa yang terbayang dalam pikiran kita ketika kita mendengar atau membaca kata “lumpuh”.  Tak berdaya, tak bisa berbuat banyak? Kelumpuhan seringkali bukan hanya terjadi secara fisik, namun yang lebih berbahaya justru kelumpuhan mental spriritual yang dialami oleh seseorang. Belum lama berselang, Kompas.com memberitakan seorang wanita China yang mengajak ibunya untuk melakukan perjalanan keliling dunia di atas kursi roda. Ia melihat kesehatan ibunya yang semakin merosot karena depresi pasca kecelakaan. Lalu ia mengambil inisiatif untuk menggunakan cuti tahunannya untuk mengajak ibunya bertamasya. Sudah 10 negara yang mereka kunjungi dalam beberapa tahun ini. Ibu tua ini pada awalnya menolak ajakan putrinya karena dianggapnya hanya akan membuang-buang uang. Kini dalam usia 87 tahun, ia tampak sehat, bersemangat, dan menikmati hidup.

Dalam perikop ini, dikisahkan ada seorang yang lumpuh sejak lahir duduk di depan gerbang bait Allah untuk meminta-minta. Untuk bisa tiba di tempat itu, ia harus diusung oleh teman-temannya. Sore itu hidupnya berubah ketika ia berjumpa dengan Petrus dan Yohanes. Apa yang terjadi dengan dirinya?

Pemahaman

1. Menurut Sdr sudah sejak kapan orang laki-laki lumpuh itu meminta-minta di depan gerbang Bait Allah? (Ayat 1-5)

2. Apa respons Petrus tatkala melihat orang lumpuh yang mengharapkan sedekah itu? Apakah yang diberikannya? (Ayat 6 dan 7)

3. Apa yang dilakukan orang itu ketika ia disembuhkan dari kelumpuhannya? (Ayat 8-9)

4. Apa dampak perbuatan orang itu? (Ayat 10)

Refleksi

Bukankah kita juga sering merasa “lumpuh” akibat berbagai masalah kehidupan dan kita berharap mendapat sesuatu dari Tuhan. Namun apa yang diberikanNya kepada kita pada waktuNya (bukan waktu kita) ternyata berbeda dengan harapan kita. Namun itu adalah yang terbaik dan bahkan menyelesaikan masalah kita secara tuntas.

Tekad

Tidak lagi berharap sesuatu dari Tuhan dengan pemikiran dan harapanku sendiri, melainkan dengan iman yang teguh aku meminta Tuhan menolongku dengan caraNya dan dalam waktuNya.

Tindakan

Belajar bangkit dan juga belajar menolong orang lain untuk bangkit dari kelumpuhan dengan kuasaNya. Belajar untuk berani bersaksi dan mengungkapkan rasa syukur di depan orang banyak atas pertolonganNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«