suplemenGKI.com

JUJUR AJUR (HANCUR) ?

AMOS 8:4-7

 

Pengantar
Mulyadi, adalah pria berusia 32 tahun yang berprofesi sebagai cleaning service di sebuah mall. Suatu hari tanpa piker panjang ia mengembalikan sebuah tas berisi uang sebesar Rp 100 juta yang ia temukan di toilet. Meski hidupnya pas-pasan, ia tidak gelap mata. Ia melaporkan temuan tersebut sehingga tas dan uang itu kembali kembali pada pemiliknya. Di jaman ini, apakah masih banyak orang jujur ? Bukankah tak sedikit orang menganut paham “siapa yang jujur akan hancur”? Oleh karena takut hidupnya hancur maka mereka memilih hidup dan bekerja dengan tidak jujur. Kejujuran menjadi mahal harganya. Untuk itu marilah kita merenungkan bacaan Alkitab hari ini.

Pemahaman

Ayat 4      : Siapakah yang diperingatkan TUHAN dalam ayat ini?

Ayat 5-6  : Apakah yang telah mereka lakukan sehingga diperingatkan TUHAN?

Ayat 7     : Bagaimana pandangan TUHAN terhadap perbuatan mereka?

Nabi Amos diutus TUHAN untuk memberikan peringatan keras kepada para pembesar dan tokoh-tokoh masyarakat yang melakukan kejahatan, menindas orang miskin, mengorbankan rakyat kecil yang lemah. Mereka juga berbuat tidak jujur dalam berdagang demi mengambil keuntungan besar dengan mencuri timbangan dan hak orang lain padahal mereka adalah umat yang rajin beribadah di hari Sabat. Mereka merasa kegiatan Hari Sabat dan perayaan-perayaan keagamaan lainnya sangat menyita waktu sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk meraih harta sebanyak-banyaknya. Maka di luar hari Sabat mereka melakukan praktek kejahatan tanpa merasa bersalah, meraih keuntungan dengan menghalalkan segala cara. Mereka berkarya dalam ketidakjujuran.

Mereka tidak menyadari bahwa ketidakjujuran itu justru akan membawa kehancuran di masa depan sebab TUHAN melihat perbuatan mereka dan DIA tidak berdiam diri melihat kejahatan yang mereka lakukan. Di mata TUHAN, perbuatan tidak jujur adalah perbuatan jahat. Dalam ayat-ayat selanjutnya diberitakan tentang TUHAN yang menghukum mereka. TUHAN akan mendatangkan hari-hari kelam dan gelap yaitu hari malapetaka (ayat9-10). Pada saat itu umat akan bersusah-susah mencari TUHAN karena mereka tidak akan dapat mendengarkan ALLAH yang berfirman. ALLAH telah membelakangi mereka. Inilah tragedi yang mengerikan dalam kehidupan umat-Nya.

Berkaca dari peringatan keras yang disampaikan nabi Amos ini, kira-kira bagaimana pandangan TUHAN terhadap kehidupan kita, keluarga kita dan masyarakat kita? Dalam kehidupan sehari-hari, ketidakjujuran  juga banyak mewarnai hidup keluarga dan karya di mana saja. Di rumah, di sekolah, di tempatkerja, dan dalam segala bidang kehidupan masyarakat, ketidakjujuran makin marak. Bila semakin hari semakin banyak orang yang tidak jujur, negeri ini akan hancur. Ingatlah, sesungguhnya bukan orang jujur yang hancur tapi justru ketidakjujuran yang membawa kehancuran. Sophocles, seorang sastrawan Yunani mengatakan “Lebih baik gagal secara terhormat dari pada sukses dengan kecurangan.”

Refleksi
Ingatlah bagaimanakah cara Anda bekerja untuk menghidupi keluarga? Bagaimanakah cara Anda meraih sukses dalam hidup ini? Apakah Anda telah mengajarkan dan memberikan teladan hidup jujur dalam karya di masyarakat dan  ditengah keluarga?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk memilih mempersembahkan hidup luhur dengan menghidupi karya dan keluargaku dalam kejujuran.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan berjuang hidup jujur walau orang lain di sekitarku tidak jujur. Aku tidak akan takut merugi dan kehilangan prestasi sebab TUHAN selalu menyertai. Setiap pagi aku akan berjanji kepada TUHAN: “ Ku persembahkan hidup jujur di hari ini!”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*