suplemenGKI.com

KERAGAMAN YANG MENYATUKAN

Yesaya 56:1, 6-8

 

PENGANTAR
Bagi sebagian orang, apalagi yang berasal dari luar pulau Jawa, melihat tampilan ‘rujak cingur’, salah satu kuliner khas Surabaya ini, dianggap makanan yang aneh sebab belum terbiasa.  Meski sudah dijelaskan bahwa rujak termasuk makanan yang sehat, dengan aneka sayur dan buah, tetapi tetap saja ada yang tidak mau makan dan berkata “rasanya aneh”.   Respons semacam ini wajar bukan?  Dan memang tidak ada keharusan bagi semua orang untuk suka rujak.  Pengalaman semacam itu mengingatkan pada persoalan sosial yang seringkali terjadi di tengah bangsa kita.  Persoalan yang terjadi di negeri ini dalam beberapa kesempatan, seolah merobek perasaan kita sebagai bangsa, yaitu ketidakmampuan menerima keragaman sebagai bagian dari Indonesia.  Bagaimana kebenaran Firman Tuhan melihat keragaman? Mari kita renungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang Yesaya sampaikan tentang orang-orang asing di masanya? (ayat 6)
  • Bagaimana respons Allah kepada orang-orang asing di masa Yesaya? (ayat 7, 8)
  • Bagaimana seharusnya respons kita terhadap mereka yang berbeda?

Sikap menarik diri dari lingkungan, menjadi salah satu persoalan yang membuat Israel gagal mengemban mandat Allah sebagai umat pilihan.  Status “umat pilihan” seharusnya tidak membawa bangsa Israel merasa diri lebih dikasihi atau lebih unggul dari bangsa-bangsa lain.  Pengutusan Israel sebagai bangsa dimaksudkan menjadi suluh bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah.  Namun yang terjadi sebaliknya, seharusnya menjadi menara kasih dan kebenaran yang menuntun bangsa-bangsa mengenal Allah, Israel justru tidak menjadi teladan dalam ketaatan kepada Allah.  Bahkan bersama para pemimpin, mereka berbalik menentang Allah.  Akibatnya, Israel dibuang dan diserahkan kepada bangsa lain.

Nabi Yesaya menjadi perantara Allah untuk mengingatkan Israel bahwa keselamatan adalah bagi semua orang, tanpa terkecuali. Kebenaran ini ditunjukkan dengan sikap Allah yang menerima bangsa-bangsa lain dalam peribadahan bersama umat-Nya, Israel (ayat 6, 8). Bahkan Allah menjadikan mereka “hamba-hamba-Nya” karena Ia berkenan kepada sikap hidup mereka “yang melayani dan mengasihi nama TUHAN” (ayat 6) dan korban bakaran mereka (ayat 7).  Allah mengijinkan Israel berinteraksi dengan keragaman budaya melalui kehidupan dan peribadahan, selain sebagai sarana pemberitaan kabar baik, juga dimaksudkan agar Israel paham bahwa hidup dalam keragaman adalah inisiatif dari Allah.  

Cara pandang yang sempit cenderung melihat keberadaan “yang beragam” itu, seolah hanya menggangu bukan membangun.  Sebaliknya bagi Allah, keragaman bukan memisahkan, tetapi menyatukan.  Keragaman ditempatkan Allah menjadi bagian kehidupan, sekaligus sarana untuk membangun kehidupan bersama. Sebab melalui keragaman masing-masing pihak menemukan perannya untuk saling mengisi dan memperlengkapi.  Kebenaran inilah yang menjadi panggilan orang percaya, menjadi berkat di setiap keadaan dan di tengah keragaman.  Yang terpenting bukan seberapa besar keragaman tersebut, tetapi bagaimana kita menata keragaman sehingga keberadaannya bisa mendamaikan.  

 

REFLEKSI
Mari merenungkan: bila Allah menghadirkan keragaman sebagai bagian dari kehidupan, bagaimana mungkin manusia menolaknya?  Umat Tuhan justru dipanggil untuk saling mengisi dan memperlengkapi dalam keragaman.  Mari mewujudkannya sehingga kesaksian hidup kita nyata bagi sesama. 

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah agar kami bisa menemukan peran yang membangun saat hadir dalam keberagaman di tengah keluarga, pekerjaan, pelayanan dan masyarakat.  Sehingga kasih-Mu nyata bagi sesamaku.

TINDAKANKU
Hari ini saya mau melakukan sesuatu yang membangun kepada keluarga atau teman yang berbeda keyakinan dengan saya.  Agar kasih-Mu nyata bagi siapapun.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«