suplemenGKI.com

Daniel 12:1-13

Akhir Zaman: Kehidupan Bagi Orang Percaya

Kitab Daniel menceritakan kehidupan bangsa Israel pada saat mengalami kehidupan yang sulit di Babel sebagai tawanan.  Mereka mengalami masa penghukuman Tuhan, jauh dari tanah air.  Mereka menghadapi penderitaan dan kesulitan hidup seakan-akan tidak lagi memiliki pengharapan masa depan yang lebih baik.  Belum lagi, mereka tidak mengerti betul kapan penderitaan di Babel itu berakhir, walaupun mereka banyak mendengar melalui para nabi tentang janji Tuhan yang memulihkan kehidupan mereka.  Yang menarik adalah bagian ini menegaskan bagaimana Allah akan bertindak mengalahkan musuh-musuhNya sebagai penggambaran kemenangan Allah dan tindakan pemulihan hidup bagi setiap orang percaya.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa janji Tuhan kepada umat-Nya dalam menghadapi badai kehidupan? (ay.1)
  2. Apa janji Tuhan kepada umat-Nya ketika akhir zaman? (ay.1-2)
  3. Siapa yang berhak menerima janji Tuhan itu?  (ay.1-3)
  4. Sudahkah kita senantiasa mempersiapkan diri menghadapi akhir zaman?

RENUNGAN

Daniel pasal 9-12 mengungkapkan perjumpaan Daniel dengan malaikat Tuhan yang menyampaikan janji perlindungan dan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya serta yang menjaga hidupnya di hadapan Tuhan.  Dan pasal 12 ini merupakan nubuat tentang akhir zaman yang diberitahukan kepada Daniel melalui penglihatan, ketika dia datang berdoa kepada Tuhan.  Dia menyatakan bahwa keadaan di masa depan yang akan di hadapi setiap orang bukanlah suatu keadaan yang menyenangkan, tetapi keadaan yang dikatakan dengan ‘akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi…’ (ay.1).  Di tengah-tengah situasi itu Dia menjanjikan ‘akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu’.  Daniel 10:13 menyatakan Mikhael berperan sebagai malaikat pelindung.  Sungguh janji Tuhan yang luar biasa yang patut kita syukuri.

Lalu bagaimana seharusnya setiap orang percaya menghadapi keadaan ini? Apakah dilingkupi perasaan takut dan gentar, sehingga kehilangan pengharapan di dalam Tuhan? Inilah janji Tuhan ‘Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput… Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya’ (ay.1b-3).  Tuhan tidak akan membiarkan orang-orang percaya mengalami keadaan yang berat sendirian. Ada jaminan penyertaan yang Allah sediakan bagi orang-orang percaya, sehingga dimampukan untuk tetap memiliki pengharapan dan keteguhan iman dalam menghadapi segala penderitaan dan kesesakan (ay.2-3)

Sikap yang seharusnya mewarnai kehidupan orang percaya dalam menghadapi keadaan masa depan yang penuh penderitaan adalah kesetiaan dan ketekunan berlandaskan iman serta pengharapan kepada Allah.  Iman dan pengharapan bahwa rencana-Nya tidak pernah gagal dalam hidup orang percaya.  Oleh sebab itu mari membangun kesetiaan dan ketekunan berlandaskan iman serta pengharapan melalui firman-Nya.  Sehingga dalam keadaan apapun kita dimampukan menghadapi dalam kesetiaan kepadaNya.

Tuhan tolong kami siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan pergumulan, dengan firman-Mu yang memberi kekuatan.  Tumbuhkan kesetiaan dan ketekunan dalam hidup kami sampai kedatangan-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*