suplemenGKI.com

Senin, 12 Mei 2014

11/05/2014

Kisah Para Rasul 7:55-60

“MENGAMPUNI MERUPAKAN TINDAKAN UTAMA IMAN”

Pengantar
Menjelang akhir hidupnya, Stefanus, yang karena Injil dilempari batu oleh kerumunan orang secara beramai, berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” (Kisah Para Rasul 7:60). Jika bukan karena iman yang teguh kepada Tuhan, akan sangat sulit bagi seseorang untuk dapat merespons sesuai kehendakNya (dalam hal ini mengampuni) ketika ia diperlakukan begitu buruk. Sebuah ujian iman yang sungguh berat.

Pemahaman
Ayat 55-56  : menurut Sdr  mengapa Stefanus lebih memilih melihat ke atas, ke arah langit daripada melihat atau bahkan melotot ke arah orang-orang yang memusuhinya?

Ayat 57-58 : menurut Sdr mengapa kerumunan orang banyak itu kemudian menyerbu Stefanus, menyeretnya ke luar kota dan melemparinya dengan batu?

Ayat 59-60  : menurut  Sdr  apa makna doa Stefanus agar Tuhan menerima rohnya? Lalu apa pula maknanya ketika ia memohon agar Tuhan tidak menanggungkan dosa itu atas mereka yang melemparinya dengan batu? Siapa Saulus yang disebut hadir di situ? Bukankah ia yang kemudian kita kenal sebagai Rasul Paulus?

Ujian iman yang mirip dengan itu telah dialami oleh pasangan suami istri Suroto dan Elizabeth, anggota jemaat GKI Layur, Rawamangun, Jakarta, dan juga oleh pendeta mereka, Samuel Lie. Peristiwa yang mereka alami tak berselang lama satu dengan yang lain. Jika Suroto dan Elizabeth kehilangan Ade Sara, putri mereka, yang di bunuh oleh mantan pacarnya, maka Pdt. Samuel Lie kehilangan istri tercintanya dalam sebuah kecelakaan akibat perbuatan ugal-ugalan seorang sopir Metromini (sumber: Satu Harapan.com, 21 April 2014).

Pada awalnya tak mudah bagi mereka untuk mengampuni sebagai sebuah tindakan iman. Namun ketika mereka “melihat ke atas” dan bukan “melihat kepada mereka yang telah menyakiti mereka”, maka secara luar biasa mereka berhasil memelihara kehidupan iman mereka dalam keadaan terburuk sekalipun, sebagaimana diteladankan oleh Stefanus dan tentunya Tuhan kita, Yesus Kristus. The primary act of faith is forgiving – tindakan utama iman adalah mengampuni (Robert Hoyer).Refleksi

Refleksi
Pernahkah kita mengalami peristiwa yang menyakitkan? Apakah hingga kini masih melekat dalam ingatan kita wajah orang-orang yang pernah membenci atau memperdayai kita?

Tekadku
Aku mau melihat ke “atas” , ke arah surga dan tidak lagi berfokus pada masalah-masalahku, agar aku mampu mengampuni orang-orang yang pernah menyakitiku .

Tindakanku
Mulai hari ini aku belajar dan berupaya untuk mengampuni orang-orang yang pernah menyakitiku, sebagai tindakan iman agar mereka mengenal siapakah Tuhan sumber pengharapanku.TEMA

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«