suplemenGKI.com

Senin, 12 Maret 2018

11/03/2018

Yeremia 31:31-32

BELAJAR DARI MASA LALU

 

Pengantar
Perjanjian adalah sebuah kesepakatan antara dua belah pihak yang saling mengikatkan diri untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan. Kata perjanjian dalam kitab Yeremia menggunakan kata diatheke untuk menunjuk pada perjanjian antara Allah dengan umat-Nya di gunung Sinai. Perjanjian yang didasarkan pada karya keselamatan Allah yang menghendaki umat untuk hidup kudus dan taat. Namun perjanjian itu dianggap batal oleh karena Israel tidak menjaga kekudusan hidup mereka dan selalu memberontak terhadap ketetapan Allah

Pemahaman

Ayat 31-32           Mengapa Allah berinisiatif ingin melakukan pembaharuan perjanjian?

Ketika bangsa Israel bebas dari tanah perbudakan di Mesir, Allah melakukan perjanjian dengan Israel. Allah akan memberkati bangsa Israel, namun bangsa Israel dituntut untuk hidup kudus dan taat pada perintah Allah. Namun perjanjian yang telah disepakati itu batal oleh karena ketidaktaatan Israel.

Saat Yehuda berada di pembuangan, Allah melalui Yeremia mengingatkan kembali tentang perjanjian yang pernah dibuat antara Allah dengan Israel nenek moyang mereka. Perjanjian yang telah dibatalkan oleh karena sikap hidup yang tidak berkenan dihadapan Allah.

Perjanjian ini perlu diingat kembali oleh bangsa Yehuda di pembuangan agar mereka belajar dari segala sesuatu yang telah terjadi. Bahwa ketidaktaatan membawa konsekuensi yang berat. Allah sangat mengasihi umat-Nya dan menghendaki umat untuk hidup berkenan dihadapan-Nya.

Yeremia menyampaikan bahwa Allah berinisiatif untuk memperbaharui perjanjian itu (ayat 32). Perjanjian yang lama sudah tidak lagi berlaku. Pembaharuan perjanjian merupakan Inisiatif Allah untuk memperlihatkan kasih-Nya. Allah tidak ingin umat-Nya hidup dalam kesesatan dan kehancuran. Namun ingin membawa mereka kedalam hidup yang penuh damai sejahtera

Belajar dari masa lalu merupakan tindakan yang bijaksana. Berbagai hal yang terjadi di masa lalu tidak bisa begitu saja dilupakan. Dengan menengok kembali di masa lalu, umat diajak untuk melihat betapa besarnya kasih Allah. Kasih yang tidak berkesudahan meski umat hidup tidak berkenan dihadapan-Nya.

Refleksi
Mari kita merenungkan apa yang telah terjadi dan apa yang telah kita lakukan di masa lalu? Sudahkah kita sadari bahwa Allah sangat mengasihi kita? Tidakkah kasih Allah yang begitu besar seharusnya memotivasi kita untuk hidup berkenan dihadapan-Nya?

Tekadku
Ya Allah, ampuni aku jika selama ini kurang menyadari kasih-Mu yang besar. Ampuni aku jika selama ini aku masih belum hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Ajar aku untuk bersyukur atas kasih-Mu dan selalu hidup melakukan firman-Mu

Tindakanku
Beribadah dengan ketulusan dan membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«