suplemenGKI.com

Merespons PanggilanNya

I Samuel 3:1-10

Pengantar

Tokoh dalam bagian Alkitab ini adalah Samuel, anak laki-laki Elkana dan Hana. Diceritakan bahwa Hana lama mendambakan memiliki seorang anak. Akhirnya pasangan suami istri ini memperoleh anugerah anak laki-laki dari Tuhan yang menjawab doa permohonan Hana sebagaimana dikisahkan dalam I Samuel 1:1-28. Hana menamai anak laki-laki yang dilahirkannya itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari Tuhan”.  Sesuai nasar ibunya, Samuel diserahkan menjadi  milik Tuhan seumur hidupnya. Semenjak itu, Samuel tinggal di Silo di bawah pengawasan Imam Eli (I Samuel 2:11). Alkitab mencatat, Samuel, sejak masih anak-anak, hidup melayani Tuhan
(I Samuel 3:1).

Pemahaman

Ayat 1-10             : Dikatakan bahwa pada masa perikop kita, Firman Tuhan
jarang. Lalu bagaimana Samuel dapat mengenal suara Tuhan
pada akhirnya?

Ayat 4-10             : Apa yang dapat kita pelajari mengenai Allah melalui
berulangnya panggilan Allah kepada Samuel?

Menarik untuk kita simak bersama, bagaimana Samuel mendengar panggilan Tuhan dan bagaimana ia kemudian meresponinya, sekalipun dikatakan ia belum mengenal Tuhan, sebab Firman Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya (I Samuel 3:7).  Seorang mentor, terutama orangtua, memiliki peran yang sangat penting terhadap diri seorang anak ketika ia bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Seperti  halnya Samuel, sebagai orang dewasapun tak tertutup kemungkinan, kita yang telah melayani Tuhan sekian lama, sebenarnya belum benar-benar mengenalNya. Dalam terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK), ayat 6-7 ditulis, “… Samuel tidak tahu bahwa yang memanggilnya itu Tuhan, karena belum pernah Tuhan berbicara dengannya.” Pengalaman perjumpaan pribadi dengan Tuhan  sangat menolong setiap pengikut Kristus untuk merespon panggilanNya secara tepat. Melalui berbagai peristiwa kehidupan, sebenarnya Tuhan ALLAH rindu menjumpai kita secara pribadi. Kebisingan suara dunia dan kesibukan pikiran kita membuat kita kurang peka terhadap “suaraNya”.

Refleksi

Sudahkah aku mengenal Tuhan secara pribadi dan peka dalam “mendengar suaraNya” melalui pernyataan firmanNya dan berbagai pengalaman hidup yang diwarnai oleh pertolonganNya yang luar biasa?

Tekad

Sebagai pengikut Kristus aku mau semakin mengenal Tuhan sehingga aku menjadi semakin peka dalam merespons panggilanNya. Sebagai seorang pengikut Kristus dewasa, aku mau menjadi mentor yang baik bagi anak-anak dan pengikut Kristus lainnya agar mereka mengenal Dia dan merespons suara panggilanNya secara tepat.

Tindakan

Setiap hari aku belajar mengenal suaraNya melalui perenungan akan firmanNya dan melalui berbagai peristiwa kehidupan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*