suplemenGKI.com

YESAYA 7:10-12

PERCAYA KEPADA ALLAH

 

Pengantar
2 Raja-raja 16 dan 2 Tawarikh 28 memberikan keterangan dan informasi mengenai raja Ahas. Ahas berumur dua puluh tahun ketika menjadi raja. Selama enam belas tahun kepemimpinannya Yehuda berada di masa-masa kegelapan.Sebagai seorang raja, Ahas hidup tidak berkenan dihadapan Allah. Ia menyembah dewa bangsa lain. Bahkan ia tega mempersembahkan anaknya untuk dikorbankan kepada para dewa. Dimasa kepemimpinan Ahas, Yehuda harus berhadapan dengan bangsa Syiria dan Efraim. Kedua bangsa ini menyerang Yehuda berulangkali hingga membuat Yehuda semakin terpuruk. Bagaimanakah Ahas menghadapi tantangan terbesar dalam hidupnya? Adakah ia bersandar kepada Allah?

Pemahaman

Ayat 10-11 : Apakah  yang disampaikan Yesaya kepada Ahas?

Ayat 12        : Bagaimana tanggapan Ahas?

Ketika Ahas harus berhadapan dengan musuh-musuhnya, Ahas tetap bersandar pada kekuatannya. Saat kekuatan musuhnya semakin besar, dia mulai merasa cemas dan takut. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Yesaya menyampaikan firman Allah agar Ahas bertobat dan bersedia menyerahkan seluruh pergumulannya kepada Allah. Permintaan Yesaya agar Ahas meminta tanda kepada Allah tidak dimaksudkan untuk mengajak Ahas mencobai Allah, namun Yesaya  bertujuan menyadarkan Ahas bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu dan mampu melakukan apapun (ayat 11).

Ahas menolak permintaan Yesaya. Ahas beranggapan bahwa dia tidak ingin mencobai Allah (ayat 12). Ahas meyakini bahwa hanya melalui persekutuan dengan bangsa Asyur dia dapat lepas dari tekanan musuh-musuhnya.Sikap Ahas merupakan bentuk ketidakpercayaannya kepada Allah. Ahas memilih percaya dengan kekuatan dan kekuasaan bangsa Asyur ketimbang Allah.

Saat manusia menghadapi banyak persoalan, Allah menghendaki agar manusia tetap menaruh kepercayaan kepada-Nya. Tentulah kepercayaan itu harus seratus persen dan tanpa keraguan sedikitpun. Namun seringkali berbagai persoalan dalam hidup manusia menggoyahkan kepercayaan manusia kepada Allah dan kuasa-Nya. Apalagi ketika persoalan makin kuat menghimpit, kepercayaan kepada Allah runtuh. Mulailah manusia mencari kekuatan dan kuasa lain yang dianggapnya dapat langsung menyelesaikan persoalannya.

Umat diajak untuk menyadari bahwa kepercayaan kepada Allah merupakan kunci utama dalam menghadapi masa-masa sulit. Mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri tidak akan pernah mengubah apapun. Manusia tidak bisa diandalkan. Manusia diciptakan terbatas dan memiliki banyak kekurangan.

Refleksi
Sudahkah aku menaruh kepercayaan kepada Allah khususnya saat aku menghadapi banyak persoalan dalam hidup?

Tekadku
Mampukan kami untuk selalu menaruh kepercayaan kepada-Mu ya Allah dalam keadaan apapun. Mampukan kami untuk tidak meragukan kuasa-Mu.

Tindakanku
Terus membangun dan memelihara kepercayaan kepada Allah dengan cara tekun dalam doa, ibadah, membaca dan merenungkan firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*